NewsOlahraga

Seru, 200 Pecatur akan Bersaing di Piala Rektor UIN Ar-Raniry

783
×

Seru, 200 Pecatur akan Bersaing di Piala Rektor UIN Ar-Raniry

Sebarkan artikel ini
Ketua Panitia, T. Muharram Vibran.

posaceh.com, Banda Aceh – Sedikitnya 200 pecatur akan bersaing pada kejuaraan terbuka memperebutkan Piala Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Aceh yang digelar, 29 November hingga 1 Desember 2024.

Ketua Panitia, T. Muharram Vibran kepada posaceh.com, Kamis (28/11) menjelaskan, kejuaraan berlebel Piala Rektor UIN Ar-Raniry Aceh ini mempertandingkan catur cepat kategori pelajar, mahasiswa dan terbuka yang menyediakan hadiah total puluhan juta.

Muharram menyebutkan, untuk kategori pelajar atau siswa sudah selesai dilaksanakan dengan sukses, 9 – 10 November 2024.

Sedangkan pertandingan kategori Mahasiswa dan Terbuka Umum, sebutnya akan dilaksanakan di Auditorium Prof. Ali Hasjmy UIN Ar-Raniry Aceh, 29 November hingga 1 Desember 2024.

Ia menjelaskan, kategori Mahasiswa mempertandingkan catur cepat 15 menit + 3 sekond, sistim Swiss 7 babak dan Terbuka Umum catur cepat 10 menit + 4 sekond, 9 babak.

Sebutnya, peserta yang sudah mendaftar pada kategori terbuka hingga Kamis mencapai 100 orang berasal dari berbagai kabupaten kota di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat. Di antaranya banyak pecatur tangguh non gelar dan master nasional (MN).

“Sedangkan untuk kategori mahasiswa juga cukup banyak sudah mendaftar, diantaranya akan ada dari Malaysia. Target kita keseluruhan kategori siswa, mahasiswa dan terbuka diikuti 200 peserta,” ujarnya.

Muharram menjelaskan, turnamen terbuka catur cepat Rektor UIN Ar-Raniry Cup digelar dalam rangka menyambut dan memeriahkan hari ulang tahun (HUT) ke-2 Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Catur Pion Sakti, UIN Ar-Raniry Aceh.

Katanya, pagelaran event tersebut juga bertujuan untuk ikut memajukan catur di Aceh khususnya dan Indonesia umumnya.

Turnamen ini diharapkan dapat dimanfaatkan oleh para pecatur di seluruh Aceh untuk bersaing dan ditemukan bibit unggul pecatur mahasiswa di Aceh. (Sudirman Mansyur).