NewsOlahraga

Angkat Besi Aceh Raih 8 Medali di Kejurnas

37
×

Angkat Besi Aceh Raih 8 Medali di Kejurnas

Sebarkan artikel ini
Rayuan Sukma

posaceh.com, Banda Aceh – Tim Angkat Besi Aceh membuktikan konsistensi prestasinya, setelah meraih 4 medali emas 1 perak dan 3 perunggu di Kejurnas Senior Angkat Besi PT Pupuk Indonesia, berakhir Minggu (19/4/2026).

Prestasi itu bukan tersebut bukan hanya menjaga tradisi emas di Kejurnas tetapi menyamai perolehan emas saat PON ke-21 tahun 2024, kala Aceh menyabet gelar juara umum di cabor angkat barbel ini.

Ketua Umum Pengurus Provinsi Persatuan Angkat Besi Seluruh Indonesia (Pengprov PABSI) Aceh, Drs HT Rayuan Sukma yang dihubungi wartawan, menyatakan rasa syukurnya atas raihan prestasi para lifter Aceh di Kejurnas Senior PT Pupuk Indonesia.

Rayuan menyebutkan, ini benar benar prestasi yang patut disyukuri, karena regulasi kelas di Kejurnas kali ini berbeda, sehingga kompetisi makin ketat dan berat.

“Namun anak anak telah tampil sangat maksimal dan membuktikan komitment mereka untuk tetap memberikan yang terbaik bagi Aceh,” kata Rayuan yang juga Waketum I KONI Aceh Bidang Organisasi.

Rayuan berharap, para atlet Aceh terus mengasah kemampuan untuk mengahadapi event- event yang jauh lebih kompetitif di masa mendatang. Puncaknya adalah PON NTB/NTT tahun 2028.

“Secara lokal kita akan saling unjuk kemampuan untuk masuk line up Aceh menuju Pra PON dan PON, melalui ajang PORA tahun 2027,” ujar mantan Kadispora Aceh ini.

“Teruslah asah kemampuan, untuk membuktikan konsistensi Aceh di pentas nasional angkat besi. “Saya optimis, Aceh masih mampu,” tandas Rayuan Sukma.

Hingga tadi malam, panitia belum mengeluarkan klasemen akhir perolehan medali secara keseluruhan.

Seperti diakui oleh Pelatih Kepala, Efendi Eria yang juga pimpinan kontingen, dengan pola baru dalam pembagian kelas yang mengacu dengan regulasi internasional itu, semua tim harus butuh penyesuaian.

Terutama untuk nomor kelas atas yang disatukan, sehingga terjadi persaingan yang sangat alot di antara para atlet.

Hal itu terbukti pada hari terakhir, ketika Aceh menurunkan dua atlet kawakan mereka, Nurul Akmal atau Amel mantan atlet Olimpiade di kelas 69+ serta mantan atlet SEA Games M Zul Ilmi di kelas 85+.

Di kelas gabungan dari beberapa kelas sebelumnya, Amel yang tampil di lot 75 hanya sukses meraih satu emas lewat angkatan snacth 98 kg. Medali perak diraih oleh Ambarwati (Kalsel) dan perunggu oleh Syafitri dari Jambi.

Amel gagal meraih medali di nomor clean and jerk setelah hanya tersangkut di peringkat 4. Namun meraih perunggu di angkatan total seberat 214.

Sedangkan emas disabet Ambarwati (Kalsel) 223 Kg dan perak oleh Syafitri (Jambi) 222 kg. Perjuangan lebih berat dilakoni Zul Ilmi di kelas 85Kg+. Tampil dengan lot 71, Zul hanya meraih perunggu di nomor snatch dengan angkatan 142 kg, semengtara emas disabet Setia Dharma (NTB) 155 Kg dan medali perak oleh Aldi Sapuitra (Jateng) 143 Kg.

Zul masih tetap dengan medali perunggu di nomor clean and jerk dengan angkatan 183 kg, sedangkan emas oleh Ramadhan (Jambi) 187 Kg dan perak oleh Aldi Saputra (Jateng) 143.

Namun di angkatan total, akhirnya Zul Ilmi meraih perak dengan marka 325 Kg, sedangkan emas disabet oleh Aldi Saputra 328 (Jateng) dan medali perunggu Ramadhan (Jambi) 324 Kg.

Praktis di nomor puncak ini, terjadi persaingan ketat antara Zul Ilmi, Aldi Saputra dan Ramadhan, trio kompetitor kuat di kelas atas angkat besi Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.

Efendi mengatakan, ia sudah memprediksi akan terjadi persaingan ketat di nomor kelas atas yang digabungkan dari beberapa kelas.

Sebutnya, konsep tersebut adalah regulasi kelas baru angkat besi secara internasional, yang baru kali ini dilaksanakan. “Alhamdulillah, anak-anak masih terus konsisten berprestasi,” katanya.

“Walau bersaing dengan sosok yang selama ini bukan dalam satu kelas. Karenanya sejak awal kita tak berani memasang target mulukj-muluk, hanya menjadikan event ini sebagai pijakan untuk menuju Pra PON tahun 2027 nanti,” kata pria yang akrab disapa Om Fen itu.

Namun Efendi memberi apresiasi khusus kepada Nadita Aprilia, mantan atlet Islamic Solidarity Games yang sukses memborong tiga medali emas di kelas 61 Kg+.

“Ini menjadi harapan tersendiri untuk kita, namun secara umum para atlet kita di Kejurnas Senior kali ini, telah tampil all out dan benar benar memanfaaatkan kejurnas ini untuk mengasah kemampuan sekaligus membaca kekuatan lawan untuk ajang selanjutnya,” ujar Efendi yang juga pelatih nasional angkat besi itu. (Sdm).