posaceh.com, Riyad – Arab Saudi mengerahkan perempuan tangguh pada musim haji 2025. Mereka membantu perawatan kesehatan untuk jamaah hingga memastikan keamanan.
Perluasan peran perempuan itu selaras dengan transformasi pembangunan Saudi di bawah kerangka Visi 2030. Mereka dikerahkan di bidang keamanan, perawatan kesehatan, bimbingan, dan kesukarelaan dalam pelayanan jamaah haji.
Dari dalam dan di sekitar Masjid Nabawi, personel keamanan perempuan mempunyai peran penting dalam mengatur pergerakan para peziarah, mengawasi pos pemeriksaan, dan memastikan kelancaran masuk ke tempat ibadah yang ditentukan.
Di sektor perawatan kesehatan, perempuan Saudi berpartisipasi dalam menyediakan layanan medis yang komprehensif bagi para jamaah melalui tim dokter, perawat, dan asisten perawatan kesehatan.
Mereka bekerja sepanjang waktu memberikan perawatan primer, menangani keadaan darurat, dan melaksanakan kampanye kesadaran kesehatan.
Para perempuan ini juga dikerahkan untuk membimbing para jamaah, meningkatkan pengalaman peziarah, dan memfasilitasi pelaksanaan selama proses berlangsung.
Media Arab Saudi, Saudi Gazette Selasa (3/6/2025) juga mencatat kehadiran relawan perempuan tak kalah penting. Mereka berkontribusi dalam berbagai upaya kemanusiaan dan pelayanan, termasuk distribusi makanan dan udara serta menyediakan dukungan logistik, dengan cara yang mencerminkan semangat inisiatif dan tanggung jawab sosial.
Keragaman peran yang dimainkan perempuan Saudi selama musim haji ini merupakan akselerasi praktis dari pemberdayaan perempuan dan menggarisbawahi peran aktif mereka di berbagai sektor. Hal ini memperkuat posisi mereka sebagai mitra utama dalam pembangunan dan pelayanan jamaah haji.
Sejak Mohammed bin Salman (Mbs) menjadi penguasa, dia mengeluarkan kebijakan yang lebih terbuka dan beberapa dianggap sebagai langkah maju Saudi.
Beberapa kebijakan itu antara lain mengizinkan perempuan bepergian sendiri, masuk militer, hingga boleh mengganti nama tanpa izin wali.(Muh/*)











