Opini

Renungan Menjelang Ramadhan

2113
×

Renungan Menjelang Ramadhan

Sebarkan artikel ini
Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh. (Foto: Shutterstock/RA Karamullah)

SEBENTAR lagi, kita akan memasuki bulan suci Ramadhan 1444 H/2023 M, yaitu bulan kesembilan dalam penanggalan Hijriyah. Ada baiknya menjelang datangnya bulan yang penuh berkah dan ampunan ini, kita renungkan sembari mempersiapkan diri sebagai upaya muhasabah (introspeksi), agar puasa dan berbagai ibadah lain yang kita kerjakan nanti bisa terlaksana dengan baik dan sempurna.

Berikut renungan dan beberapa hal yang perlu kita persiapkan antara lain: Pertama, memperkuat iman dan membersihkan hati. Menyambut datangnya bulan suci Ramadhan, hal pertama yang perlu dilakukan adalah memperkuat iman dan membersihkan hati. Persiapan secara keimanan bisa dilakukan dengan melatih pengendalian dari kebiasaan buruk sehari-hari, dengan memastikan shalat lima waktu tidak pernah tinggal atau menghentikan kebiasaan merokok.

Kemudian, sebelum menjalankan ibadah puasa, sebisa mungkin bersihkan hati dari sifat dendam, iri, hasad atau dengki kepada sesama manusia, terlebih kepada saudara sesama muslim. Sifat buruk ini pada dasarnya sangat tercela dan bisa meruntuhkan kebaikan sebagaimana hadis Nabi SAW: “Jauhi sifat hasad atau dengki, sebab sifat hasad bisa memakan setiap kebaikan sama halnya api menghabiskan kayu bakar.” (HR Abu Dawud).

Kedua, mempersipakan fisik dan banyak berdoa. Ibadah puasa memerlukan kondisi fisik dan psikis yang prima agar semua ibadah yang kita kerjakan di bulan suci Ramadhan ini bisa kita lakukan dengan maksimal. Oleh sebab itu, jaga kondisi fisik dan psikis dengan mengurangi kebiasaan buruk, seperti bergadang dan mengonsumsi makanan tidak sehat. Kemudian memperbanyak doa dan menghindari diri dan perbuatan dan perkataan yang yang bisa merusak atau membatalkan puasa nantinya.

Berdoa adalah satu cara yang bisa dilakukan untuk memperkuat iman agar kita terhindar dari perbuatan tercela dan sebagai sarana memohon dikabulkan segala keinginan dan cita-cita kita sebagaimana firman-Nya: “Sesungguhnya Allah SWT akan membebaskan orang-orang agar terhindar dari api neraka pada hari-hari di bulan Ramadhan, kemudian untuk setiap muslim jika ia berdo’a maka pasti Allah kabulkan.” (HR. Al Bazzar, Al Haitsami dalam Majma’ Az -Zawaid 10:14).

Ketiga, memperdalam ilmu dan pengetahuan agama. Kita perlu mempelajari mengenai hal-hal apa saja yang seharusnya dan tidak seharusnya kita lakukan di bulan suci Ramadhan, termasuk mengenai tata cara ibadah yang baik dan benar. Oleh karena itu, perbanyak bacaan mengenai agama, mengikuti majelis ilmu dan forum-forum kajian agama untuk memperdalam pengetahuan dan ilmu agama agar pelaksanaan ibadah kita di bulan Ramadhan lebih afdhal.

Keempat, mempersiapkan amal dan materi. Soal materi adalah persiapan menyambut Ramadhan yang tidak boleh terlewatkan. Selain karena kebutuhan menjelang bulan Ramadan yang meningkat serta harga-harga barang yang melonjak, kita tentunya juga perlu meningkatkan amal ibadah dengan berzakat dan bersedekah di bulan Ramadhan. Oleh karena itu, mulailah kelola keuangan dengan hidup lebih hemat agar kita bisa memenuhi kebutuhan dan juga bisa bersedekah di bulan Ramadhan.
Kelima, memastikan sudah megqadha puasa.

Satu persiapan menyambut bulan Ramadhan adalah memastikan bahwa kita dan orang-orang terdekat sudah meng-qadha atau mengganti hutang puasa di tahun sebelumnya. Mengqadha atau mengganti puasa hukumnya adalah wajib. Seperti hadis dari ‘Aisyah RA, yang artinya: “Kami (perempuan-perempuan muslim) dahulu mengalami haid. Kemudian diperintahkan bagi kami untuk mengganti puasa, dan tidak mengganti sholat.” (HR. Muslim).

Keenam, membersihkan lingkungan sekitar. Kebersihan adalah sebagian dari iman, slogan ini, tentu benar adanya. Sebab dengan bersihnya rumah dan lingkungan tempat tinggal, masjid dan mushalla, tentunya kita bisa beribadah dengan aman dan nyaman. Bahkan, sudah menjadi satu tradisi di Aceh, setiap menjelang masuknya bulan suci Ramadhan, masyarakat melakukan gotong royong massal di gampong-gampong dengan membersihkan masjid, meunasah, surau, jalan dan lorong-lorong desa.

Ketujuh, mempersiapkan perlengkapan ibadah. Hal yang sangat penting untuk mendukung ibadah kita dalam mempertebal iman di bulan Ramadhan adalah dengan adanya perlengkapan ibadah yang terpenuhi. Oleh karena itu, mari kita siapkan berbagai perlengkapan ibadah seperti sajadah, sarung, peci hingga mukena agar aktivitas dan segala ritual ibadah kita, bisa kita laksanakan secara maksimal di bulan suci Ramadhan tahun ini.

Terakhir, kedelapan, taubat dan mohon ampun dari segala dosa. Persiapan terakhir adalah bertaubat dengan sungguh-sungguh kepada Allah SWT. Memohon ampun atas segala dosa dan maksiat yang pernah kita lakukan sebelumnya, baik secara sengaja maupun tidak sengaja. Hal ini penting sekali dilakukan, sebab dengan bertaubat seseorang menjadi meningkat keimanannya dan berharap diampuni dosa-dosanya oleh Allah SWT.

Taubat yang kita lakukan itu, tentunya harus dengan sungguh-sungguh yang diniatkan dari lubuk hati terdalam dan tak mengulangi lagi maksiat atau dosa, sebagaimana hadis Nabi SAW. “Apabila kamu telah melakukan dosa bahkan hingga dosa tersebut telah sampai ke matahari, namun kemudian kamu bertaubat, maka Allah SWT tetap akan mengampuni dosa-dosamu.” (Ibnu Majah).
Demikian renungan dan beberapa persiapan menyambut bulan suci Ramadhan. Semoga bermanfaat. Wallahu a’lamu bishawab. (dari berbagai sumber/Ask)