posaceh.com, Beijing – Selain ekspansi merek yang agresif, satu hal yang kerap menjadi perhatian konsumen adalah harga mobil asal China yang relatif lebih terjangkau dibandingkan merek Jepang maupun Eropa.
Andrew Nasuri, Direktur Indomobil Group mengatakan, faktor utama yang memengaruhi harga tersebut adalah skala produksi dan efisiensi rantai pasok komponen
“Kita kalau membuat kendaraan harus dilihat dari skala produksi spare parts, komponen. China itu komponen manucaturing itu sudah bukan antara grup tapi antar merek,” kata Andrew di Beijing, China, Jumat (24/4/2026).
Karena banyak produsen di China yang menggunakan komponen dari pemasok yang sama, bahkan lintas merek, hal ini menciptakan efisiensi biaya produksi yang sangat besar.

Berbeda dengan merek asal Jepang dan Eropa yang biasanya hanya berbagi komponen sama kalau satu grup atau di bawah “payung” yang sama.
“(Contohnya) baterai, CATL, semua merek pakai CATL. Itu adalah efisiensi biaya yang luar biasa,” ujarnya.
Sebagai informasi, CATL merupakan salah satu produsen baterai terbesar di dunia yang memasok kebutuhan berbagai merek kendaraan listrik global.
Selain itu, sistem berbagi komponen antarprodusen juga menjadi kunci utama murahnya biaya produksi kendaraan di China.
“China itu kalau dilihat pembuat komponennya sama semua. Sharing. Jadi ongkos produksinya luad biasa murah. Jadi kalau ditanya barang di China kok bisa murah, karena skala. Kalau sudah namanya produksi skala,” katanya.
Dengan skala produksi yang sangat besar dan ekosistem industri yang terintegrasi, produsen otomotif China mampu menekan biaya tanpa harus mengorbankan kualitas.
Hal inilah yang kemudian membuat harga jual kendaraan menjadi lebih kompetitif di pasar global, termasuk Indonesia.(Muh/*)











