Daerah

Masyarakat Pulo Aceh Minta Perhatian Sektor Keagamaan Dan Pertanian.

2551
×

Masyarakat Pulo Aceh Minta Perhatian Sektor Keagamaan Dan Pertanian.

Sebarkan artikel ini
Kakankemenag Aceh Besar H Salman Arifin SPd MAg, memberikan santunan untuk anak-anak pada kunjungannya di Kecamatan Pulo Aceh, jumat dan sabtu (23-24 desember 2022).FOTO/HUMAS KEMENAG ACEH BESAR

posaceh.com, Kota Jantho – Kunjungan aksi bakti sosial ASN Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Besar di Kecamatan Pulo Aceh, jumat dan sabtu (23-24 desember 2022) mendapat sambutan yang luar biasa dari masyarakat, terutama yang mendiami kawasan Pulo Nasi. Masyarakat Pulo Aceh meminta perhatian pemerintah untuk sektor keagamaan dan pertanian di Pulo Aceh, karena hal tersebut penting sebagai pondasi aqidah anak-anak dan peningkatan ekonomi di sektor pertanian.

Kunjungan tim Kemenag Aceh Besar  di iringi dengan kegiatan sosial yaitu penyerahan santunan untuk 77 penerima dari masyarakat fakir miskin, fakir uzur, anak yatim dan tenaga fardhu kifayah.

Penyerahan santunan di lakukan di 6 masjid yang ada di Pulo Nasi setelah ibadah shalat jumat, masing masing gampong 10 orang penerima. Sedangkan untuk fakir uzur tim kemenag langsung mengunjungi ke rumah. Kemenag Aceh Besar juga melatih dan memberikan insentif untuk tenaga fardhu kifayah.

Semua tenaga fardhu kifayah dari 5 gampong di Pulo Nasi di latih oleh DR Tgk Tarmizi M Daud MAg, tenaga penyuluh agama.

Menurut Kakankemenag Aceh Besar H Salman Arifin SPd MAg di dampingi Kasubbag tata usaha H Khalid Wardana kegiatan santunan untuk 77 fakir miskin dan anak yatim yang ada di Pulo Aceh merupakan rangkaian tasyakuran ulang tahun Kementerian Agama RI ke 77 yang biasa di sebut hari amal bakti (HAB).
“Untuk tahun ini kegiatan HAB di gelar lebih maksimal dengan menjangkau masyarakat kawasan 3 T (terdepan terpencil dan tertinggal) dengan berbagai aksi sosial yaitu santunan fakir miskin/anak yatim, pelatihan tajhiz mayat, safari khutbah jumat, safari subuh, saweu madrasah terluar dan penyerahan bingkisan untuk siswa MIN Pasi Janeng,” ungkap H Khalid Wardana.

Salah seorang tokoh masyarakat Pulo Aceh, Azhari Abbas yang juga Keuchik Gampong Rabo Pulo Nasi mengungkapkan kegembiraannya dan sangat terharu dengan kehadiran tim kemenag, apalagi mengisi khatib dan imam di semua masjid. Untuk itu di harapkan agar program ini rutin di laksanakan, mengingat terbatasnya tenaga dai yang ada. Apalagi dengan di latihnya tenaga fardhu kifayah menjadi solusi untuk masyarakat Pulo Nasi saat ada kematian, sedangkan imam meunasah atau petugas tajhiz mayat sedang berada di kawasan daratan Aceh.
“Masyarakat sangat berharap agar Kemenag Aceh Besar dapat mengirim tenaga dai dan imam secara rutin ke Pulo Aceh,” katanya.

Lebih lanjut keuchik Azhari Abbas menggungkapkan kondisi masyarakat Pulo Aceh yang bergantung dari sektor pertanian dan kelautan dan berharap di bangun fasilitas waduk dan irigasi yang ada di gampong Rabo dan Alue Riyeung.
“Selama ini beberapa kali kedatangan pejabat dari Kabupaten dan Provinsi hanya sekedar membawa angin surga dan sampai saat ini belum terwujud pembangunan waduk dan irigasi di Pulo Nasi. Dengan luas persawahan lebih dari 70 hektar dalam satu tahun hanya sekali panen dengan sistim sawah tadah hujan, ” pungkasnya. (Muiz/Rel)