Pendidikan

Literasi Digital Bantu Anak Perempuan Berpikir Kritis

20
×

Literasi Digital Bantu Anak Perempuan Berpikir Kritis

Sebarkan artikel ini
Guru Bimbingan Konseling SMP Negeri 16 Banda Aceh, Putri Balqis, S.Pd dalam Dialog Perempuan dan Anak RRI Banda Aceh, Senin (7/9/2026). FOTO/RRI

posaceh.com, Banda Aceh – Guru BK SMP Negeri 16 Banda Aceh menilai literasi digital penting bagi anak perempuan. Kemampuan tersebut membantu mereka memilah informasi dan membangun pola berpikir kritis.

Guru Bimbingan Konseling SMP Negeri 16 Banda Aceh, Putri Balqis, S.Pd mengatakan literasi bukan sekadar kemampuan membaca.

Menurutnya, literasi juga mencakup kemampuan memahami informasi dan mendiskusikannya.

Putri menyampaikan hal tersebut dalam Dialog Perempuan dan Anak RRI Banda Aceh, Senin (7/9/2026).

Ia menilai perkembangan teknologi menjadi tantangan besar bagi anak-anak saat ini.

Menurut Putri, penggunaan gawai dan media sosial membuat anak berhadapan dengan berbagai informasi. Kondisi tersebut menuntut anak memahami cara menilai informasi secara tepat.

“Anak-anak harus paham apakah informasi yang diterima benar atau tidak,” ujar Putri. Ia mendorong anak memeriksa sumber informasi dan menggunakan media sosial secara bijak.

Putri juga mengingatkan munculnya konten berbasis kecerdasan buatan atau AI yang semakin sulit dibedakan. Menurutnya, anak perlu memiliki kemampuan kritis untuk mengenali informasi dan gambar yang tidak autentik.

Selain hoaks, penggunaan media sosial juga berpotensi memunculkan perundungan siber di kalangan anak. Putri menyebut kasus tersebut dapat terjadi melalui akun kedua yang digunakan untuk membully teman.

Ia mengingatkan anak agar berhati-hati saat membuat unggahan di media sosial. Setiap aktivitas digital dapat meninggalkan jejak yang berpotensi muncul kembali pada masa mendatang.

“Ketika kita menuliskan sesuatu di media sosial, semuanya tercatat dan tidak akan terhapus,” katanya. Karena itu, anak perlu mempertimbangkan dampak sebelum membagikan informasi atau membuat unggahan.

Putri menilai kemampuan berpikir kritis penting bagi anak perempuan sejak usia remaja. Kemampuan tersebut membantu mereka menghadapi banyak informasi, termasuk ketika memasuki kehidupan bermasyarakat.

Ia mengajak anak memeriksa kredibilitas media sebelum mempercayai informasi yang diterima. Langkah tersebut dinilai penting agar informasi keliru tidak mudah dipercaya dan disebarkan kembali.(Muh/*)