posaceh.com, Lhokseumawe – Penting untuk merefleksikan kembali arah pembangunan sumber daya manusia di Aceh.
Salah satu tantangan utama yang dihadapi saat ini adalah belum meratanya mutu pendidikan dasar hingga menengah.
Kesenjangan akses antara daerah perkotaan dan wilayah terpencil masih terjadi.
Akibatnya, keterwakilan anak-anak daerah pedalaman di perguruan tinggi favorit belum sebanding dengan lulusan dari sekolah-sekolah di pusat kota.
Peningkatan kompetensi guru serta perbaikan fasilitas pascabencana menjadi fondasi mendesak yang harus diselesaikan.
Guru-guru di daerah terpencil membutuhkan dukungan penuh dan kesempatan pengembangan diri agar mampu mencetak generasi berdaya saing tinggi.
Namun, peningkatan mutu intelektual semata tidaklah cukup. Seiring melesatnya era digital dan kecerdasan buatan, tantangan terbesar justru terletak pada degradasi moral dan etika generasi muda.
Oleh karena itu, penguatan adab dan nilai-nilai keislaman harus diletakkan di atas pencapaian ilmu pengetahuan.
Kecerdasan akademis tanpa diimbangi oleh santun dan etika tidak akan mampu membawa seseorang pada keberhasilan yang bermakna.
Penanaman karakter ini harus dimulai dari lingkungan keluarga sebagai tempat pertama anak menempa diri.
Peran aktif orang tua dalam mendampingi tumbuh kembang anak sangat krusial agar teknologi tidak mengikis akhlak mulia.
Di sisi lain, hambatan ekonomi tidak boleh menjadi alasan bagi generasi muda untuk berhenti melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Berbagai skema beasiswa dan bantuan biaya kuliah telah disediakan pemerintah maupun perguruan tinggi.
Tantangan sebenarnya adalah mengubah persepsi masyarakat yang kerap menilai keberhasilan hanya dari pekerjaan sebagai PNS, sehingga enggan mengambil risiko untuk terus berjuang.
Sebagai penutup, pendidikan adalah jalan damai yang akan membawa masyarakat Aceh menuju peradaban mulia. Anak-anak muda Aceh diharapkan tidak pernah takut untuk bermimpi tinggi dan memperluas jejaring.
Dengan kesiapan mental, penguatan adab, dan kerja sama seluruh elemen masyarakat, pendidikan yang merata dan berkualitas dapat terwujud demi kedamaian serta kemajuan daerah.(Muh/*)











