NewsOlahraga

Mualem Pastikan PORA Digelar 2026, Jembatan Menuju PON

26
×

Mualem Pastikan PORA Digelar 2026, Jembatan Menuju PON

Sebarkan artikel ini
Ketua Harian KONI Aceh, Kennedi Husein (dua dari kiri) didampingi Wakil Ketua Umum II KONI Aceh Bidang Binpres, Drs Bachtiar Hasan, M.Pd saat audensi dengan Gubernur Aceh, Muzakkir Manaf atau Mualem di ruang kerjanya di Kantor Gubernur Aceh, Banda Aceh, Rabu (2/9/2026). Foto : Humas KONI Aceh.

posaceh.com, Banda Aceh – Gubernur Aceh Muzakkir Manaf atau Mualem memastikan pelaksanaan Pekan Olahraga Aceh (PORA) XV di Aceh Jaya tetap digelar pada 2026.

Kepastian itu disampaikan Mualem saat menerima audiensi Tim Kecil KONI Aceh di ruang kerja Gubernur, Rabu 2 September 2026 sore.

Tim tersebut terdiri dari Ketua Harian KONI Aceh Kennedi Husein, Ketua Pelatda Bachtiar Hasan, dan Kabid Prasarana Tarmizi.

“Iya, itu pernyataan Pak Gubernur kepada tim KONI Aceh yang dipimpin Ketua Harian, Kennedi Husein, jelang petang tadi,” kata Ketua Umum KONI Aceh Saiful Bahri atau Pon Yaya kepada media, Rabu malam.

Menurut Pon Yaya, kepastian dari Pemerintah Aceh itu melegakan KONI Aceh selaku operator pelaksana. Sebab kelangsungan PORA sangat bergantung pada ketersediaan anggaran dari APBA.

“Kami sejak awal memang merencanakan PORA Aceh Jaya di 2026. Tahun 2027 kita sudah harus memulai pelatihan terpadu untuk Pra PON, Porwil, hingga PON 2028. Jika PORA diundur ke 2027, maka jenjang pembinaan dan karir atlet dari PORA sampai PON akan terputus,” ujar Pon Yaya yang dibenarkan Kennedi Husein dan Bachtiar Hasan.

40 Miliar Diusulkan di APBA-P

Dalam pertemuan yang juga dihadiri Ketua DPRA Zulfadli dan Plt Sekda Aceh Taufik itu, Mualem menanyakan rinci kebutuhan dana pelaksanaan PORA dan operasional KONI.

KONI Aceh mengusulkan anggaran Rp25 miliar untuk pelaksanaan PORA XV, dan Rp15 miliar untuk operasional serta lanjutan Pelatda KONI Aceh sisa 2026.

Mualem kemudian mewarning Plt Sekda dan Ketua DPRA agar kebutuhan dana Rp40 miliar tersebut diakomodir melalui APBA-P 2026.

Venue Bisa di Luar Aceh Jaya

Mualem juga berpesan agar Panitia Besar PORA Aceh Jaya tidak lagi fokus pada pembangunan infrastruktur baru.

“Fokus saja pada penyelesaian venue yang sudah ada. Sisanya bisa memanfaatkan fasilitas di luar Aceh Jaya, seperti Banda Aceh dan Aceh Barat. Contohnya lapangan tembak di Mata Ie, dan cabor lain dipusatkan di sekitar Stadion Lhoong Raya,” kata Kennedi menirukan pesan Mualem.

Meski sebagian venue di luar Aceh Jaya, Kennedi menegaskan nomenklatur tetap “PORA XV Aceh Jaya”. Ini disebut sebagai pilihan terbaik agar event tetap berjalan di 2026 sesuai amanah Rakerprov KONI Aceh.

29 Cabang Olahraga

Jika tidak ada kendala, PORA XV akan mempertandingkan 29 cabang olahraga.

Saat ini hanya cabor bola voli yang belum menyelesaikan Pra PORA. Kondisi ini terjadi karena kendala koordinasi internal PBVSI Aceh dengan Pengkab/Pengkot.

Untuk mempercepat, KONI Aceh mengambil alih pelaksanaan Pra PORA Voli yang dijadwalkan berlangsung 7-14 September 2026. (Sdm).