DaerahPendidikan

Irup di MIN 25 Aceh Besar, Camat Kuta Baro Ajak Murid Teladani Sifat Rasulullah

16
×

Irup di MIN 25 Aceh Besar, Camat Kuta Baro Ajak Murid Teladani Sifat Rasulullah

Sebarkan artikel ini
Camat Kuta Baro, Zahrul Fuadi SE MM, memimpin upacara pengibaran Bendera Merah Putih di MIN 25 Aceh Besar, Kecamatan Kuta Baro, Aceh Besar, Senin (7/9/2026). FOTO/ WAHYU DESMI

posaceh.com, Kota Jantho — Camat Kuta Baro, Zahrul Fuadi SE MM, mengajak murid Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 25 Aceh Besar untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari. Zahrul Fuadi mengatakan, Rasulullah SAW merupakan teladan terbaik dalam membentuk akhlak dan kepribadian umat. Karena itu, nilai-nilai yang dicontohkan Rasulullah perlu ditanamkan sejak usia dini.

“Rasulullah SAW adalah teladan bagi kita semua. Anak-anak harus membiasakan diri untuk jujur, disiplin, menghormati orang tua dan guru, menyayangi teman serta peduli kepada sesama,” ujarnya, saat menjadi pembina upacara pengibaran Bendera Merah Putih di MIN 25 Aceh Besar, Kecamatan Kuta Baro, Aceh Besar, Senin (7/9/2026).

Camat Zahrul Fuadi menyatakan, meneladani Rasulullah tidak cukup hanya dengan mengetahui kisah dan ajarannya. Nilai tersebut harus diwujudkan melalui perilaku sehari-hari, baik di lingkungan sekolah, keluarga maupun masyarakat.

“Meneladani Rasulullah bukan hanya dengan mengingat kisah beliau, tetapi bagaimana akhlak beliau kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari hal-hal sederhana, seperti berkata jujur, menghormati guru dan membantu teman,” katanya.

Camat Kuta Baro, Zahrul Fuadi SE MM, menyampaikan arahannya saat memimpin upacara pengibaran Bendera Merah Putih di MIN 25 Aceh Besar, Kecamatan Kuta Baro, Aceh Besar, Senin (7/9/2026). FOTO/ WAHYU DESMI

Zahrul juga mengingatkan para siswa agar bersungguh-sungguh dalam belajar dan menjaga kedisiplinan. Menurutnya, pendidikan bukan hanya tentang memperoleh nilai yang baik, tetapi juga membentuk karakter dan akhlak.

“Anak-anak harus rajin belajar, disiplin dan memiliki akhlak yang baik. Prestasi penting, tetapi akhlak juga harus menjadi dasar dalam menjalani kehidupan,” ungkapnya.

Usai memimpin upacara, Zahrul Fuadi turut menyantuni 21 anak yatim dan piatu di MIN 25 Aceh Besar, sebagai bentuk kepedulian terhadap anak yatim dan piatu sekaligus mengajarkan pentingnya berbagi kepada sesama.

Zahrul mengungkapkan, perhatian terhadap anak yatim dan piatu merupakan salah satu bentuk penerapan nilai-nilai yang diajarkan Rasulullah SAW.

“Kita ingin membiasakan anak-anak untuk peduli dan berbagi kepada sesama. Kepedulian seperti ini harus terus ditanamkan sejak dini, karena menyayangi dan memperhatikan anak yatim merupakan bagian dari ajaran Rasulullah,” tuturnya.

Ia berharap santunan tersebut dapat memberikan manfaat dan semangat bagi para penerima, sekaligus menjadi momentum bagi seluruh siswa untuk menumbuhkan rasa empati terhadap lingkungan sekitar.

“Mudah-mudahan santunan ini bermanfaat dan menjadi penyemangat bagi anak-anak. Yang terpenting adalah bagaimana kepedulian ini terus tumbuh di tengah kita,” pungkas Zahrul Fuadi.(Why)