News

Ketua PMI Kota Banda Aceh Ajak Masyarakat Siaga Hadapi Bencana Alam

906
×

Ketua PMI Kota Banda Aceh Ajak Masyarakat Siaga Hadapi Bencana Alam

Sebarkan artikel ini
Ketua PMI Kota Banda Aceh, Ahmad Haeqal Asri, menghadiri Rapat Rutin Bulanan Muspika Kecamatan Lueng Bata, di Hanakata Coffee, Banda Aceh, Rabu (28/8/2024). FOTO/ DOK PMI BANDA ACEH

posaceh.com, Banda Aceh – Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Banda Aceh, Ahmad Haeqal Asri, mengimbau masyarakat Kota Banda Aceh untuk selalu waspada dan siap siaga terhadap potensi bencana alam. Ia mengingatkan bahwa Indonesia tengah menghadapi ancaman gempa besar yang disebut megathrust. Menurut informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), zona megathrust Selat Sunda dan Mentawai-Siberut dianggap memiliki potensi untuk melepaskan energi gempa yang besar.

Hal ini karena kedua wilayah tersebut telah lama mengalami kekosongan gempa besar (seismic gap) selama ratusan tahun.

“Kita tahu bahwa megathrust, gempa besar, berpotensi mengganggu wilayah Jawa dan Sumatera. Kami mengajak teman-teman semua di gampong-gampong, untuk selalu waspada. Masalah waktu itu kuasa Allah, tapi kita harus sigap apabila bencana tiba-tiba menghampiri,” kata Haeqal saat menjadi pembicara pada Rapat Rutin Bulanan Muspika Kecamatan Lueng Bata, di Hanakata Coffee, Banda Aceh, Rabu (28/8/2024).

Untuk mengantisipasi potensi bencana, Haeqal menjelaskan bahwa PMI Kota Banda Aceh telah membentuk Tim Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (SIBAT) di setiap gampong. Para relawan SIBAT ini telah menerima pelatihan kesiapsiagaan bencana dari PMI dan diharapkan dapat terus berperan aktif dalam upaya mitigasi bencana di tingkat gampong.

“Kita ingin masyarakat Banda Aceh lebih peka terhadap bencana dan keadaan darurat, serta mampu mengambil langkah-langkah yang tepat untuk mengurangi risiko bencana,” ujarnya, di hadapan para keuchik dan perangkat gampong di Kecamatan Lueng Bata.

Selain menyoroti pentingnya kesiapsiagaan bencana, Haeqal juga memberikan apresiasi kepada perangkat gampong di Kecamatan Lueng Bata yang secara rutin menyelenggarakan kegiatan donor darah. Kesadaran masyarakat gampong untuk berpartisipasi dalam donor darah sangat membantu PMI Kota Banda Aceh dalam memenuhi permintaan darah dari pasien di berbagai rumah sakit.

“Kami ucapkan terima kasih banyak kepada bapak ibu dari seluruh gampong yang sudah bersedia menjadi relawan dan pendonor sukarela. Bapak ibu semua sudah ikut membantu pasien di seluruh Aceh yang dirawat di RSUDZA dan juga rumah sakit lainnya,” ungkap Haeqal.

Ia menambahkan, program ASN Berdonor yang digagas oleh Pemerintah Aceh saat ini sangat membantu PMI dalam menstabilkan stok darah. Namun, karena tingginya permintaan darah, stok yang tersedia sering kali habis dalam satu atau dua hari. Oleh karena itu, PMI Kota Banda Aceh berharap dapat lebih intensif bekerja sama dengan gampong-gampong untuk mengajak lebih banyak warga berpartisipasi dalam kegiatan donor darah.

“Harapan kami, mudah-mudahan di gampong-gampong Pak Keuchik bisa memfasilitasi dan mengajak warga untuk kegiatan donor darah. Donor darah itu bermanfaat untuk diri sendiri dan orang lain,” pungkas Haeqal.

Dengan adanya dukungan dan kerjasama dari seluruh lapisan masyarakat, Haeqal optimis bahwa Banda Aceh akan semakin siap menghadapi berbagai tantangan, baik dalam hal kesiapsiagaan bencana maupun pemenuhan kebutuhan darah untuk pasien yang membutuhkan.(Wahyu Desmi/*)