Banghas

Jejak Kota Tua Indrapurwa

1125
Ilustrasi Istana Kerajaan Indrapurwa, Aceh Besar

Kawasan kemukiman Lampageu dengan beberapa gampong tua sekitarnya, berada dalam Kecamatan Peukan Bada, Kabupaten Aceh Besar, menyimpan jejak sejarah yang menarik. Salah satu warisan yang masih menyisakan misteri adalah jejak Indrapurwa, yang diduga berkaitan dengan peradaban kuno di Aceh. Keberadaan nama “Indrapurwa” sendiri mengingatkan kita pada pengaruh Hindu-Buddha di Nusantara sebelum Islam berkembang pesat di wilayah ini.

Dalam pembagian wilayah dalam kesultanan Aceh atau Aceh Lhèè Sagoë, Indrapurwa dikenal sebagai Sagoë XXV Mukim, wilayah jabatannya meliputi Peukan Bada, Meuraxa, Lhoknga, dan Lhoong

Indrapurwa: Jejak Peradaban Tua

Nama Indrapurwa berasal dari bahasa sanskerta, dengan “Indra” merujuk pada dewa dalam mitologi Hindu dan “Purwa” berarti awal atau pertama. Ini menunjukkan bahwa daerah tersebut mungkin pernah menjadi pusat pemerintahan atau pemukiman awal yang memiliki pengaruh besar sebelum zaman Kesultanan.

Sejumlah penelitian sejarah dan cerita rakyat menyebutkan bahwa Indrapurwa merupakan salah satu kerajaan atau permukiman yang lebih tua dibandingkan Kesultanan Aceh. Lambadeuk dan Lam Guron, sebagai kawasan yang disebut-sebut memiliki keterkaitan dengan Indrapurwa, kemungkinan besar memiliki sisa-sisa peninggalan yang belum banyak diungkap.

Oleh sebagian peneliti kepurbakalaan sebagaimana dimuat dalam publikasi Mapesa, kawasan di sekitar Kuala Pancu digambarkan sebagai “Atlantik”nya Aceh.

Di atas bekas kehidupan masa lampau yang terendam laut, sangat mungkin dulunya adalah sebuah kota padat penduduk ibukota sebuah kerajaan besar Indrapurwa.

Lambadeuk, Lam Guron, dan Jejak Sejarahnya

Kawasan Lambadeuk dikenal sebagai salah satu gampong yang kaya akan tradisi dan budaya Aceh. Lokasinya yang strategis di pesisir barat Aceh Besar menjadikannya tempat yang potensial untuk perdagangan dan aktivitas maritim di masa lampau.

Sejumlah masyarakat setempat meyakini bahwa di wilayah ini terdapat situs-situs kuno yang masih perlu diteliti lebih lanjut.

Beberapa ahli sejarah lokal menyebut bahwa jejak Indrapurwa bisa ditemukan dalam bentuk sisa-sisa struktur batu, makam kuno, atau bahkan dalam tradisi lisan masyarakat setempat yang mengisahkan tentang asal-usul wilayah ini.

Potensi Penelitian dan Pelestarian

Meski belum banyak penelitian arkeologi yang dilakukan secara mendalam di Lambadeuk dan gampong sekitarnya, potensi pengungkapan sejarah Indrapurwa sangat besar. Diperlukan kajian lebih lanjut dari sejarawan, arkeolog, dan pemerintah daerah untuk menggali jejak peradaban ini.

Jika terbukti bahwa Lambadeuk menyimpan peninggalan dari masa Indrapurwa, maka hal ini bisa menjadi aset budaya dan sejarah yang berharga bagi Aceh. Upaya pelestarian serta pengembangan wisata sejarah dapat membantu mengenalkan kembali jejak peradaban lama yang mungkin terlupakan.

Jejak Indrapurwa yang tersembunyi di daerah ini masih menjadi misteri yang menarik untuk diungkap. Dengan penelitian lebih lanjut dan kesadaran akan pentingnya sejarah lokal, Lambadeuk dapat menjadi saksi bisu bagi perjalanan panjang peradaban di tanah Serambi Mekkah. (Hasnanda Putra)

Exit mobile version