Para atlet peserta Kejurprov Anggar foto bersama Wakil Ketua Umum III, Bidang Litbang, Teuku Rayuan Sukma, Ketua Umum Pengurus Provinsi Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (Pengprov Ikasi) Aceh, M Nasir Syamaun, SIP, Ketua Pelatda, Drs Bachtiar Hasan, M.Pd, dan sejumlah pengurus KONI Aceh serta pengurus Ikasi Aceh, usai pembukaan di GOR KONI Aceh, Banda Aceh, Sabtu (28/11/2020) petang. Foto : Sudirman Mansyur.
posaceh.com Banda Aceh – Sebanyak 120 atlet anggar utusan dari 12 pengurus kabupaten/kota (Pengkab/Pengkot) Ikasi berlaga pada kejuaraan provinsi (Kejurprov) yang digelar di GOR KONI Aceh, Banda Aceh, 28 November dan 5 Desember 2020.
Kejuaraan yang mempertandingkan nomor Sabel, Floret, Degen kategori putra dan putri ini dibuka Ketua Umum KONI Aceh, Muzakir Manaf yang diwakili Wakil Ketua Umum III, Bidang Litbang, Teuku Rayuan Sukma di GOR KONI Aceh, Banda Aceh, Sabtu (28/11/2020) petang.
Rayuan menyampaikan apresiasinya kepada Ikasi Aceh yang mampu menggelar dua event tahun ini, setelah sebelumnya pada Agustus – September lalu sukses menggelar event berlebel Sirkuit Terbatas Anggar Aceh 2020.
Menurutnya, menggelar dua event di masa pandemi virus corona desease 2019 (Covid-19) ini tentu sesuatu yang tidak bisa dilaksanakan cabor lain.
Begitupun, mantan Kadispora Aceh ini mengingatkan juga dalam pelaksanaan Kejurprov ini tetap mematuhi protokol kesehatan (Prokes) yaitu memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan mencuci tangan pakai sabun (3 M).
“Dengan mematuhi Protkes, sehingga tidak ada atlet peserta Kejurprov yang terpapar Covid, karena selama ini tidak ada satupun atlet anggar Aceh yang terkena Covid,” ujarnya.
Hilangkan Kejenuhan Berlatih
Kecuali itu, Rayuan mengatakan Kejerprov yang digelar ini tentunya untuk menghilangkan kejenuhan atlet yang selama ini telah rutin dan kontinyu berlatih, event ini menjadi ajang menunjukkan kemampuan serta prestasi.
Atlet sedang bertanding pada Kejurprov Anggar yang digelar di GOR KONI Aceh, Banda Aceh, Sabtu (28/11/2020) petang. Foto : Sudirman Mansyur.
Kejurprov, sebutnya, sudah tentu bagian penting dari program pembinaan prestasi dari Ikasi Aceh untuk mendapatkan atlet andal, sekaligus ajang evaluasi dari kegiatan latihan selama ini.
Selain itu, sebutnya, saat ini ada delapan atlet anggar Aceh yang dipersiapkan intensif ke PON XX/2021 di Papua melalui Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) yang dibiayai KONI Aceh, sudah tentu atlet Pelatda ikut bertanding di Kejurprov ini, sehingga menjadi ajang mengukur hasil pemusatan latihan yang dijalani selama ini.
“Seperti kita ketahui, anggar merupakan suatu cabang yang mengukir kejayaan pada dekade lalu, sehingga selalu menjadi andalan Aceh meraih medali emas di kejuaraan nasional (Kejurnas) dan PON. Kita harapkan anggar Aceh bisa meraih kembali kejayaannya dan meraih medali emas di PON Papua,” ujarnya.
Pembinaan dan Rekrutmen Atlet
Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Provinsi Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (Pengprov Ikasi) Aceh, M Nasir Syamaun, SIP mengatakan, Kejurprov ini digelar sebagai merealisasikan program pembinaan. Menjadi ajang uji kemampuan para atlet Pelatda PON dan atlet kabupaten/kota yang telah menjalani pembinaan selama ini.
M Nasir menyebutkan, kejuaraan ini juga untuk rekrumen dan persiapan atlet menghadapi Kejurnas pada 2021.
Katanya, untuk menyesuaikan kondisi Pandemi, gelaran Kejuprov ini dibagi dua sesi, pertama digelar 28 November dan sesi kedua, 5 Desember.
Sebutnya, kejuaraan yang diikuti atlet senior, yunior dan kadet ini juga menjadi ajang memilih seorang atlet yunior usia 13 – 14 tahun untuk dikirim masuk pembinaan Sekolah Khusus Olahraga (SKO) yang dilaksanakan Kemenpora RI, dimulai Januari 2021.
Digelar Dua Sesi
Ketua Panitia, Husaini mengatakan, Kejurprov diikuti 120 atlet dari 12 kabupaten/kota dan gelaran event dibagi dua sesi.
Sebutnya, sesi pertama digelar 28 Novemver 2020 mempertandingkan, nomor Sabel putra, putri dan Floret putri.
Sesi kedua, 5 Desember 2020 mempertandingkan nomor Degen putra, putri dan floret putra.











