posaceh.com,Banda Aceh – Pengurus Besar (PB) Pekan Olahraga Aceh (PORA) ke-15 Aceh Jaya kembali mengingatkan KONI kabupaten/kota di Aceh untuk mendaftarkan atletnya melalui admin resmi KONI masing-masing, demi tertib administrasi dan validasi peserta.
Menurut Ketua Harian PB PORA XV Aceh Jaya, Muslim HS, standar operasional prosedur pendaftaran tersebut sudah disosialisasikan secara matang.
Bahkan, sebutnya, PB PORA telah membekali para admin pendaftaran dari seluruh KONI kabupaten/kota di Aceh.
“Kita telah melatih mereka pada tahun 2025 lalu terkait penggunaan aplikasi pendaftaran secara digital. Nantinya teknis pendaftaran juga akan seragam dan terintegrasi,” ujar Muslim, Senin (17/8/2026).
Ia menjelaskan, pelibatan admin dengan aplikasi resmi yang telah ditetapkan semata-mata untuk menjaga keteraturan, efisiensi, dan transparansi. Langkah ini juga untuk mencegah masuknya nama-nama atlet di luar sepengetahuan KONI setempat.
“Dengan kata lain, hanya KONIDA yang punya otoritas penuh untuk mendaftarkan atlet, ofisial, dan pelatih. Karena semua itu tak lepas dari peran KONI sebagai penanggung biaya atlet,” tegasnya.
Muslim menambahkan, validitas pendaftaran juga akan merujuk pada hasil Pra PORA. Hanya atlet yang dinyatakan lolos, baik perorangan maupun beregu, yang berhak melaju ke PORA.
Sebagai sistem kontrol silang, PB PORA juga telah mengantongi data valid dari technical delegate masing-masing cabang olahraga yang telah menggelar Pra PORA.
“Data itu akan menjadi pembanding bagi PB PORA untuk melihat sejauh mana validitas atlet yang ikut PORA Aceh Jaya. Jadi tidak ada peluang bagi pihak cabor untuk memasukkan atlet yang tidak ikut Pra PORA,” tandas Muslim.
Ia menegaskan, PORA bukan sekadar event seremonial, melainkan jenjang pembinaan prestasi yang berkesinambungan, mulai dari Pra PORA, PORA, Pra PON/Porwil, hingga PON.
Saat ini, hampir seluruh cabor yang akan dipertandingkan di PORA XV Aceh Jaya telah menuntaskan tahapan Pra PORA, kecuali cabang olahraga voli.
Semula Pra PORA voli dipercayakan kepada Pengprov PBVSI Aceh, namun belakangan diambil alih KONI Aceh dengan berbagai pertimbangan demi menyelamatkan cabor tersebut. (Sdm).











