NewsOlahraga

Perjalanan dan Juara Event Catur HUT Media Pos Aceh dari Masa ke Masa

304
×

Perjalanan dan Juara Event Catur HUT Media Pos Aceh dari Masa ke Masa

Sebarkan artikel ini
Wakil Walikota Banda Aceh, Afdhal Khalilullah menjalankan pion pertama dalam laga eksebisi dua pecatur sebelum dimulainya adu cepat dan srategi seratusan lebih pencatur yang mengikuti Olimpiade Catur HUT ke-13 Media Pos Aceh, Sabtu (18/10/2025) pagi. FOTO/BEDU SAINI

posaceh.com, Banda Aceh – Tidak hanya konsisten menyajikan informasi, Media Pos Aceh juga menancapkan komitmen kuat dalam pembinaan olahraga prestasi, terutama menggelar festival sepakbola usia dini dan catur.

Melalui event sepakbola usia dini dan catur dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT), media ini telah menjelma menjadi kawah candradimuka lahirnya pecatur dan pesepakbola tangguh di Aceh.

Berikut rekam jejak event catur HUT Media Pos Aceh dari masa ke masa:

Di tengah situasi pandemi Covid-19, Media Pos Aceh menggelar turnamen catur HUT ke-9 tahun 2021. Pada edisi perdana ini, gelar juara berhasil disabet pecatur Banda Aceh, Fudhailul Bahri .

Pada turnamen satu dekade Media Pos Aceh pada 2022, antusiasme dan tensi persaingan kian meninggi. Master FIDe (MF) M. Hendrik FS dari Kota Sabang tampil impresif dan keluar sebagai juara.

Sambut HUT ke-11 / 2023, Media Pos Aceh kembali menggelar turnamen catur.
Peta persaingan kian terbuka. Gelar juara perorangan akhirnya jatuh ke tangan M. Akbar dari Aceh Besar, yang tampil solid sepanjang pertandingan.

Pada HUT ke-12 / 2024 Media Pos Aceh,
event dikemas menjadi Festival Catur. Untuk pertama kalinya mempertandingkan kategori beregu antar instansi pemerintah dan swasta.

Pada kategori beregu, tim Universitas Sumatera Utara (USU) mencatat sejarah, tampil perkasa dan merebut gelar juara. Sementara di perorangan terbuka, Master Nasional Sugianto Tjin dari Jambi sukses merebut podium tertinggi.

Pagelaran event catur HUT ke-13 /2025, untuk pertama kali berlebel Olimpiade yang tetap mempertandingkan kategori beregu dan perorangan. Pemilihan pemain yunior, putri dan regu terbaik, favorit, berbakat dan regu gampong (desa) terbaik.

Pada kategori beregu, Desa Bangun Rejo, Deli Serdang, Sumatera Utara tampil berhasil mengunci gelar juara. Kategori perorangan, pecatur asal Medan, Firanda Girsang tampil sebagai kampiun.

Memasuki usia ke-14 tahun pada 20 Oktober 2026 , Media Pos Aceh akan kembali menggelar hajat akbar tahunannya, Olimpiade Catur II.

Jika edisi sebelumnya menjadi panggung kejutan, edisi 2026 ini diprediksi bakal menjadi pertarungan paling sengit sepanjang sejarah.

Dengan format olimpiade ini, akan tetap mempertandingkan kategori beregu dan perorangan. Para pecatur unggulan, regu-regu kuat dan kuda hitam dari berbagai kabupaten/kota di Aceh dan Sumatera dipastikan ambil bagian.

Siapakah yang akan meneruskan dinasti juara. Mampukah sang juara bertahan mempertahankan gelarnya, atau justru akan lahir raja baru. Semua tanda tanya besar itu akan terjawab di arena Olimpiade Catur II HUT ke-14 Media Pos Aceh 2026. (Sdm).