Daerah

Miris, Warga Rohingya Mengalami Kelaparan Minta Minta Pada Pengunjung

2959
×

Miris, Warga Rohingya Mengalami Kelaparan Minta Minta Pada Pengunjung

Sebarkan artikel ini
Barang bantuan seperti kain baju masih dalam masih menumpuk di gudang, SMP N 2 Muara Tiga, tempat pengungsian ronghinya, Jumat (30/12/2022). FOTO/ HARMADI Beras telor dan Indonesia

posaceh.com, Sigli – Sebanyak 174 Imigran asal Myanmar etnis Rohingya Lelaki, Perempuan dan anak anak yang terdampar di pesisir pantai Gampong Ujung Pie, yang telah dipindahkan ketempat pengungsian di SMP N 2 Kecamatan Muara Tiga, Kabupaten Pidie.

Jumat (30/12/2022) Sementara para pengunjung untuk antara bantuan kemanusiaan semakin bertambah bantuan yang telah disalurkan oleh berbagai lembaga dan bantuan pribadi masyarakat sangat memupuk didalam gudang dan tidak pernah disalurkan. Adapun bantuan yang disalurkan oleh masyarakat secara pribadi pakaian beras air minum, Indomie, kue seperti makanan ringan, roti, pop mie, dan lainnya masih digudangkan, tidak pernah dibagikan lagi oleh tim posko pengungsian.

Padahal bantuan itu disalurkan kepada warga yang mengungsi. Warga Gampong Ujong yang engan menyebutkan namanya berinisial RW (48) mengatakan bahwa, saat pengunjung kelokasi pengungsian, para pengungsi perempuan selalu berada didalam ruang sekolah tidak pernah ada yang pedulikan oleh panitia posko pengungsian, banyak warga Rohingya yang melaporkan dirinya sangat lapar dan tidak pernah diberikan makan hanya saat makan pagi, siang dan malam saja, selain itu tidak pernah makan.

“Saya juga pernah lihat saat mengunjungi mereka hanya duduk didalam ruangan sekolah tidak pernah keluar dari ruangan kecuali buang air besar baru mereka keluar, mereka hanya meminta makan kepada pengunjung lain,” kata RW warga Gampong Ujong Pie. Kemuadian Nd (38) juga menjelaskan, selama tiga hari sebelumnya bantuan sangat banyak dibawa olah pengunjung seperti baju baru, makan ringan, beras, telur roti, minuman, susu, Indomie pop mie dan lainnya, akan tetapi para perempuan tersebut tidak pernah merasakan makan batuan tersebut hanya bertugas dilapangan yang menikmatinya.

“Kasian para pengungsian ronghinya perempuan tidak pernah merasakan bantuan yang telah disalurkan oleh para lembaga dan masyarakat, semua makan itu di makan oleh petugas lapangan saja,” ujar warga ujung Pie berinisial ND. Informasi yang dihimpun posaceh.com dari Muhammad syokal Akbar Gampong Sagoe Kecamatan Muara Tiga, berada dilokasi pengungsian ronghinya mengatakan bahwa benar ada pemuda keluar masuk dari gudang pada Kamis (29/12/2022) malam sekitar pukul 02.00 WIB, mengambil baju sedangkan petugas jaga malam hanya diam dan melihat saja tidak ada teguran untuk mereka.

masih menumpuk didalam gudang dan masih menumpuk di gudang, SMPN 2 Muara Tiga, tempat pengungsian ronghinya, Jumat (30/12/2022). FOTO/ HARMADI

“Mereka mengambil celana dan baju bantuan yang disalurkan oleh lembaga dan Masyrakat lain untuk para pengungsian ronghinya tersebut,” ujar Muhammad. Kemuadian Muhammad menceritakan, bahwa mereke keluar masuk kedalam gudang untuk mengambil makan dan minuman untuk mereka makan seperti pop mie, susu Milo, kue, sementara pintu gudang dipegang oleh petugas sekolah. “Saya hanya diperintahkan saja untuk mengambil minuman untuk para petugas yang duduk di pos satpam di pintu masuk, kalau tidak diperintahkan saya tidak berani ambil, saat diperintahkan saya mengambil Milo saset, dan pop mie untuk dimasak,” tutur Muhammad di Pos Satpam.

Pantauan media posaceh.com dilokasi SMP 2 Muara Tiga, bantuan banyak tercatat akan tetapi saat pengeluaran barang tidak ada catatan, sehingga barang keluar tidak terdata, sehingga barang dalam gudang masih menumpuk seperti baju baru kain baru, beras, telor, banyak bantuan yang belum diserahkan kepada para pengungsian ronghinya.(Harmadi/*)