Daerah

Di Hadapan Tim Monev Satgas PRR Aceh, Siswi SMAN 3 Kutacane Minta Jembatan Dibangun Kembali

24
×

Di Hadapan Tim Monev Satgas PRR Aceh, Siswi SMAN 3 Kutacane Minta Jembatan Dibangun Kembali

Sebarkan artikel ini
Siswi SMAN 3 Kutacane menyampaikan aspirasi kepada Tim Monev Khusus Satgas PRR Aceh terkait pembangunan kembali Jembatan Mbarung, Sabtu (3/10/2026). FOTO/ DISKOMINFO AGARA

posaceh.com, Kutacane – Di hadapan Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) Khusus Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Aceh, seorang siswi SMA Negeri 3 Kutacane, Halidah Syapitri, menyampaikan harapannya agar Jembatan Mbarung, Kecamatan Babussalam, Kabupaten Aceh Tenggara, segera dibangun kembali.

Dengan penuh harap, siswi kelas XI tersebut mengungkapkan kesulitan yang dialami dirinya dan teman-temannya sejak jembatan penghubung menuju sekolah mereka terputus akibat banjir.

Aspirasi itu disampaikan Halidah saat rombongan Tim Monev Khusus Satgas PRR Aceh meninjau langsung kondisi jembatan di Desa Mbarung, Sabtu (3/10/2026). Kunjungan tersebut turut dihadiri Bupati Aceh Tenggara H. M. Salim Fakhry bersama sejumlah pejabat daerah dan unsur terkait.

“Saya sebagai siswa yang bersekolah di seberang sangat terganggu dengan musibah ini, Pak. Karena jembatan ini adalah salah satu penghubung dari rumah kami ke sekolah,” ujar Halidah di hadapan rombongan.

Tim Monev Khusus Satgas PRR Aceh bersama Bupati Aceh Tenggara meninjau kondisi Jembatan Kuning yang terdampak banjir di Aceh Tenggara, Sabtu (3/10/2026). FOTO/ DISKOMINFO AGARA

Ia menjelaskan, putusnya jembatan membuat akses menuju sekolah menjadi sulit. Bahkan, sebagian pelajar terpaksa menyeberangi sungai dengan pakaian basah demi mengikuti kegiatan belajar mengajar.

“Kami ingin memohon dan meminta bantuan kepada Bapak-Bapak sekalian untuk membangun jembatan lagi agar sekolah kami tidak terganggu,” tuturnya.

Halidah berharap pemerintah, termasuk Presiden Prabowo Subianto, memberikan perhatian terhadap kondisi yang dihadapi para pelajar. Menurutnya, pembangunan kembali Jembatan Mbarung sangat penting agar mereka dapat bersekolah dengan aman dan nyaman.

Dalam kunjungan tersebut, Bupati Aceh Tenggara H. M. Salim Fakhry turut menyampaikan kebutuhan penanganan pascabanjir kepada pemerintah pusat. Salah satunya, permintaan bantuan empat unit alat berat yang terdiri atas tiga ekskavator standar dan satu ekskavator berlengan panjang (long arm).

Menurut Salim Fakhry, alat berat tersebut dibutuhkan untuk mempercepat penanganan material banjir serta membantu mengantisipasi ancaman banjir susulan di sejumlah kawasan rawan.

“Yang paling khusus kita minta empat alat berat, tiga ekskavator standar dan satu long arm. Mudah-mudahan tadi Bapak-Bapak sudah melihat secara langsung titik-titik yang membutuhkan penanganan khusus,” katanya.

Selain alat berat, ia juga berharap pemerintah pusat memprioritaskan pembangunan tanggul permanen di kawasan rawan banjir untuk mengurangi risiko bencana serupa.

Sementara itu, Ketua Tim Monev Khusus Satgas PRR Aceh, Kombes Pol. Drs. Wahyu Widiarso Suprapto, S.I.K., M.Si., mengatakan peninjauan lapangan dilakukan untuk melihat langsung kondisi infrastruktur serta mengidentifikasi kebutuhan pemulihan pascabanjir.

Wahyu turut menyoroti pentingnya Jembatan Mbarung dan Jembatan Kuning bagi mobilitas masyarakat serta aktivitas perekonomian warga.

Khusus Jembatan Kuning yang berstatus sebagai jembatan nasional, pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum tengah mempersiapkan pembangunan kembali. Saat ini, proses pembebasan lahan masih berlangsung.

“Jembatan ini merupakan urat nadi masyarakat untuk berlalu lintas dan juga urat nadi ekonomi. Tentu saja pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian Pekerjaan Umum, sangat antusias. Semoga dapat direalisasikan dalam waktu dekat, meskipun masih ada sedikit hambatan terkait pembebasan lahan,” ungkapnya.

Kunjungan Tim Monev Khusus Satgas PRR Aceh tersebut menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk menyampaikan langsung kebutuhan pemulihan pascabanjir. Bagi Halidah dan teman-temannya, pembangunan kembali Jembatan Mbarung menjadi harapan agar perjalanan menuju sekolah tidak lagi terhambat. (Akbar)