posaceh.com, Banda Aceh – Memasuki usia ke-14 pada 20 Oktober 2026, Media Pos Aceh kembali menggelar hajat akbar tahunannya, Olimpiade Catur, 17 – 18 Oktober 2026, mempertandingkan catur cepat 15 menit +3 detik, kategori beregu dan individu.
Jika edisi sebelumnya menjadi panggung kejutan, edisi tahun ini diprediksi menjadi pertarungan paling sengit, khusus di kategori beregu yang paling bergengsi.
Saat ini, suasana persiapan mulai terasa. Sejumlah instansi pemerintah dan swasta tengah membentuk tim, mempersiapkan pemain, hingga mengincar dan mengontrak pecatur berkualitas untuk tampil di ajang tersebut.
Hampir semua regu, meski belum seluruhnya mendaftar resmi, telah memiliki kerangka tim dan diperkuat pecatur bergelar master.
Seperti Regu Haba Publik yang diperkuat Master FIDE (MF) Zulkhairi. Kemudian Regu CV G2 Sejahtera Medan yang telah mendaftar diperkuat Master Nasional (MN) Azhar Panjaitan.
Pada olimpiade tahun ini, panitia menerapkan regulasi baru. Satu regu terdiri atas tiga pemain, hanya diperbolehkan diperkuat satu pecatur bergelar master dan wajib bermain di papan satu.
Setiap instansi boleh menggunakan pemain manapun atau pemain kontrak. Melampirkan surat mandat atau rekomendasi saat mendaftar.
Di tengah regulasi tersebut, para pecatur dan regu kini fokus menjalani latihan dan pematangan persiapan jelang Olimpiade Catur HUT ke-14 Media Pos Aceh. Di sisi lain, masih ada instansi yang aktif mencari pemain untuk melengkapi pembentukan regu.
Dinamika bursa pemain pun menghangat. Banyak pecatur yang berpindah regu dan tidak lagi bermain dalam satu tim yang sama seperti musim lalu.
Namun, ada pula yang tetap solid dengan tiga pemain yang sama seperti edisi sebelumnya, meski berganti bendera instansi.
Seperti trio kawakan Suryadi, Hendri Saputra dan Junaidi kali ini membawa bendera Regu CV Mita Karya. Trio ini tahun lalu membela Regu Gunung Mas B meraih peringkat ke lima dari 22 regu.
Mita Karya menjadi regu pendatang baru pada pesta catur tahunan paling bergengsi di Aceh ini. “Kita sudah mendaftar,” sebut Kapten Regu Mita Karya, Suryadi kepada posaceh.com, Senin (28/9/2026).
Sementara itu, trio tangguh Rezi Fernanda, Firanda Girsang, dan Akbar yang sebelumnya satu regu di Gunung Mas MG A dan meraih juara II tahun lalu, pada olimpiade kali ini berpisah membela instansi berbeda.
Rezi akan memperkuat Regu BPKS, Firanda kabarnya akan membela Travel Kuala, sedangkan Akbar masih mempertimbangkan untuk tampil bersama regu atau di kategori perorangan.
Sedangkan Regu Gunung Mas berencana juga akan turun kembali ambil bagian pada Olimpiade Pos Aceh tahun ini, meski harus seluruhnya diperkuat pemain baru yang tetap berkualitas.
Begitu juga Regu Travel Kuala Banda Aceh yang sudah mendaftar tidak diperkuat lagi pemain lama. Tahun ini regu tersebut semua bermaterikan pemain baru, di antaranya Master FIDe (MF) Hendrik Friasayani dan Firanda Girsang.
Perubahan materi pemain secara menyeluruh juga terjadi di Regu Hukum Ritonga & Partners, kali ini diperkuat perkuat pemain baru yaitu Husni, Azhari dan SB Irwansyah.
Sedangkan trio Moh Ali Susanto, T Arif dan Andi Afrizal yang tahun lalu membela Regu Hukum Ritonga & Partners, tahun ini kabarnya tetap bersatu namun belum tahu regu instansi yang akan dibela.
Sementara itu, juara tahun lalu, Regu Desa Bangun Rejo, Tanjung Morawa, Deli Serdang, Sumatera Utara. Tim ini dipastikan kembali ambil bagian dengan komposisi yang tidak berubah, yakni Rudi Hartono, Ibrahim, dan Santoso.
Regu Gampong
Persaingan dari regu gampong juga tidak kalah menarik. Regu Gampong Kajhu yang terpilih sebagai regu gampong terbaik pada Festival Catur HUT ke-12 Media Pos Aceh 2024, dipastikan kembali ikut dengan formasi yang kemungkinan besar tetap. “Kita akan ikut tahun ini,” ujar Sarmadianto, Kapten Regu Kajhu.
Begitu pula Regu Gampong Dayah Kampong Pisang (DKP), Pidie, yang terpilih sebagai regu gampong terbaik tahun lalu. Tim tersebut juga akan kembali ambil bagian dengan kekuatan yang sama, di antaranya diperkuat Zakaria dan Agussalim ZA.
Kawah Candradimuka
Komitmen Media Pos Aceh tidak hanya pada penyajian informasi. Lebih dari itu, media ini telah menjelma menjadi kawah candradimuka lahirnya pecatur tangguh di Aceh melalui ajang rutin hari ulang tahun.
Rekam Jejak
HUT ke-9 / 2021:Digelar di tengah pandemi Covid-19, gelar juara disabet pecatur Banda Aceh, Fudhailul Bahri.
HUT ke-10 / 2022:Master FIDE M. Hendrik FS tampil impresif dan keluar sebagai juara.
HUT ke-11 / 2023: Gelar juara perorangan jatuh ke tangan M. Akbar dari Aceh Besar.
HUT ke-12 / 2024: Dikemas menjadi Festival Catur dengan kategori beregu antar-instansi. Tim Universitas Sumatera Utara (USU) merebut gelar beregu, sementara Master Nasional Sugianto Tjin asal Jambi juara perorangan.
HUT ke-13 / 2025: Untuk pertama kali berlabel Olimpiade. Desa Bangun Rejo, Deli Serdang juara beregu, sedangkan Firanda Girsang asal Medan juara perorangan.(Sdm).











