ParlementariaPemko Banda Aceh

Politisi Gerindra Irwansyah Minta Kasus Dugaan Penganiayaan Anak di Daycare Diusut Tuntas

21
×

Politisi Gerindra Irwansyah Minta Kasus Dugaan Penganiayaan Anak di Daycare Diusut Tuntas

Sebarkan artikel ini
Anggota DPRK Banda Aceh Irwansyah SE saat rapat di ruang rapat DPRK Banda Aceh, beberapa waktu lalu. FOTO/ MARDG

posaceh.com, Banda Aceh — Politisi Partai Gerindra, Irwansyah SE yang juga anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh, mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus dugaan penganiayaan terhadap anak yang terjadi di salah satu tempat penitipan anak (daycare).
“Kasus yang menyangkut keselamatan dan masa depan anak tidak boleh ditangani secara setengah hati. Ini kasus harus diusut tuntas dan kami harap pemerintah juga harus investigasi juga ditempat-tempat lain, kami akan mengawal ini kasus,” tegas Irwansyah, saat dikonfirmasi melalui telepon selular, Rabu (29/6/2026).

Menurut Irwansyah, peristiwa ini harus menjadi perhatian serius semua pihak, baik pemerintah daerah, pengelola daycare, maupun masyarakat luas. “Anak adalah aset masa depan bangsa. Ketika mereka menjadi korban kekerasan di tempat yang seharusnya aman, ini adalah alarm keras bagi kita semua,” ujarnya.

Ia menilai, pengawasan terhadap operasional daycare masih lemah, terutama dalam hal standar kelayakan pengasuh dan manajemen lembaga. Karena itu, ia meminta instansi terkait untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh tempat penitipan anak yang beroperasi.
“Tidak cukup hanya menyelesaikan kasus ini saja. Harus ada langkah konkret berupa audit, pembinaan, bahkan pencabutan izin bagi daycare yang terbukti lalai atau melanggar aturan,” tegasnya lagi.

Anggota DPRK daerah pemilihan Kecamatan Syiah Kuala dan Ulee Kareng, Irwansyah juga mendorong agar proses hukum terhadap pelaku berjalan transparan dan memberikan efek jera. Ia menolak segala bentuk penyelesaian yang tidak berpihak pada keadilan korban. “Jika terbukti ada unsur kekerasan, maka pelaku harus dihukum sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” tambahnya.

Selain itu, ia mengimbau para orang tua agar lebih selektif dalam memilih tempat penitipan anak. Menurutnya, faktor keamanan, kenyamanan, serta rekam jejak pengelola harus menjadi pertimbangan utama.

Kasus ini, lanjut Irwansyah, menjadi momentum bagi pemerintah untuk memperketat regulasi dan pengawasan terhadap layanan pengasuhan anak, sehingga kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.
“Negara harus hadir memastikan setiap anak mendapatkan perlindungan maksimal, di mana pun mereka berada, termasuk di daycare,” pungkasnya.(Mar)