ParlementariaPemko Banda Aceh

Anggota DPRK Irwansyah Minta Pemko Banda Aceh Tertibkan Anjing Liar, Warga Resah Ancaman Rabies

22
×

Anggota DPRK Irwansyah Minta Pemko Banda Aceh Tertibkan Anjing Liar, Warga Resah Ancaman Rabies

Sebarkan artikel ini
Anggota Komisi II DPRK Banda Aceh, Irwansyah SE FOTO/ MARDG

posaceh.com, Banda Aceh — Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh, Irwansyah SE, meminta Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh segera mengambil langkah cepat dan tegas untuk menertibkan anjing liar yang semakin meresahkan masyarakat. Permintaan ini disampaikan menyusul meningkatnya kewaspadaan terhadap rabies dalam beberapa bulan terakhir.

Irwansyah menilai, maraknya kasus gigitan anjing liar di sejumlah kecamatan telah menimbulkan keresahan serius di tengah masyarakat. Beberapa insiden bahkan menyebabkan korban luka, sehingga memicu kekhawatiran akan potensi penyebaran penyakit rabies yang mematikan.

“Jangan sampai setelah jatuh korban dan viral baru kita bereaksi. Pemerintah harus hadir lebih cepat sebelum situasi semakin memburuk,” kata Irwansyah, kepada media ini melalui telepon selular, Rabu (29/4/2026).

Ia mengungkapkan, berdasarkan laporan warga, kawasan Kecamatan Syiah Kuala menjadi salah satu titik yang cukup mengkhawatirkan. Di wilayah tersebut, anjing liar kerap terlihat berkeliaran bebas di permukiman warga dan fasilitas umum.

“Khusus di seputaran Kecamatan Syiah Kuala, banyak anjing liar berkeliaran. Ini jelas mengancam keselamatan dan mengganggu kenyamanan masyarakat,” tegasnya.

Menurut Irwansyah, persoalan ini tidak bisa dianggap sepele. Selain berdampak pada rasa aman warga, potensi penyebaran rabies juga harus menjadi perhatian serius pemerintah. Ia mendorong Pemko Banda Aceh untuk segera melakukan langkah konkret, mulai dari pendataan, penertiban, hingga penanganan terpadu terhadap hewan liar tersebut.

Lebih lanjut, politisi Partai Gerindra Banda Aceh juga mengapresiasi upaya pemerintah yang telah melakukan rapat koordinasi lintas sektor dalam merespons situasi ini. Namun, ia menekankan bahwa hasil koordinasi harus segera diwujudkan dalam tindakan nyata di lapangan.

“Koordinasi itu penting, tapi yang lebih penting adalah aksi cepat dan terukur. Jangan sampai masyarakat merasa dibiarkan menghadapi ancaman ini sendiri,” katanya.

Irwansyah juga mengingatkan pentingnya edukasi kepada masyarakat terkait bahaya rabies serta langkah pencegahan jika terjadi gigitan hewan. Selain itu, ia mendorong keterlibatan dinas terkait, seperti Dinas Kesehatan dan instansi penanganan hewan, untuk bekerja secara terpadu.

DPRK, kata dia, akan terus mengawal kebijakan dan langkah pemerintah kota dalam memastikan keselamatan warga tetap menjadi prioritas utama.

“Kita ingin Banda Aceh menjadi kota yang aman dan nyaman. Persoalan seperti ini harus ditangani secara serius dan berkelanjutan,” demikian Irwansyah.(Mar)