News

Kondisi Pasar Ketapang Memprihatinkan,Jalan Berlubang dan Drainase Tersumbat

193
×

Kondisi Pasar Ketapang Memprihatinkan,Jalan Berlubang dan Drainase Tersumbat

Sebarkan artikel ini
Kondisi jalan berlubang dan saluran drainase yang tersumbat terlihat di kawasan Pasar Ketapang, Kecamatan Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar, Sabtu (04/04/2026). FOTO/ DJ88

posaceh.com, Kota Jantho – Kondisi Pasar Ketapang, Kecamatan Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar, memprihatinkan. Selain ruas jalan menuju pasar tersebut yang dipenuhi lubang, drainasenya juga tampak tersumbat dipenuhi sampah. Akibatnya saat hujan terjadi genangan air yang sangat mengganggu aktivitas masyarakat, baik pedagang maupun warga yang berbelanja di pasar itu.

Pantauan Posaceh.com, Sabtu (04/04/2026), ruas jalan di sekitar pasar tampak rusak dan berlubang. Pengendara sepeda motor terpaksa memperlambat laju kendaraan untuk menghindari lubang yang berpotensi membahayakan. Selain mengganggu kenyamanan para pengendara kendaraan bermotor, kondisi tersebut juga meningkatkan risiko kecelakaan bagi warga yang melintas.

Tidak hanya itu, saluran drainase di sekitar pasar juga terlihat dipenuhi sampah dan lumpur sehingga air tidak dapat mengalir dengan baik. Akibatnya, setiap kali hujan turun, genangan air kerap terjadi dan membuat kawasan pasar terlihat kumuh serta kurang terawat.

Sudah Berlangsung Lama

Seorang pengunjung pasar mengaku kondisi tersebut sudah berlangsung cukup lama, namun hingga kini belum terlihat adanya perbaikan yang signifikan dari Pemerintah Kabupaten Aceh Besar.

“Setiap hari kami ke sini untuk mencari kebutuhan rumah tangga, tapi kondisi jalannya semakin rusak. Kalau hujan turun, air tergenang karena saluran tersumbat bahwa kadang bau akibat sampah pasar yang membusuk di drainase. Kami berharap pemerintah jangan tutup mata dengan kondisi ini,” ujar Fitriyanti, salah seorang pengunjung Pasar Ketapang, Darul Imarah, Aceh Besar, Sabtu (04/04/2026).

Pasar yang seharusnya menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat justru terlihat kurang terurus. Padahal, setiap hari kawasan tersebut ramai dikunjungi warga dari berbagai gampong (desa-red) untuk berbelanja kebutuhan pokok.

Fitriyanti berharap Pemerintah Kabupaten Aceh Besar segera turun tangan melakukan perbaikan jalan serta normalisasi saluran drainase agar aktivitas jual beli dapat berlangsung dengan lebih nyaman dan aman.

“Jika kondisi ini terus dibiarkan tanpa penanganan, bukan tidak mungkin kerusakan akan semakin parah dan membahayakan masyarakat yang beraktivitas di kawasan Pasar Ketapang,” pintanya.

Jangan Hanya Pungut PAD

Hal senada juga disampaikan Furqan, warga yang kerap berbelanja di pasar tersebut. Ia menyindir pemerintah daerah agar tidak hanya fokus pada pemasukan dari pasar tanpa memperhatikan kondisi fasilitasnya.

“Kalau soal pungutan dan PAD dari pasar cepat sekali diurus, tapi giliran jalan berlubang dan drainase tersumbat seperti ini seolah tidak terlihat. Jangan sampai masyarakat menilai pemerintah hanya hadir saat menarik retribusi, tapi absen saat memperbaiki fasilitas,” ujar Furqan.

Ia meminta, Pemerintah Kabupaten Aceh Besar segera mengambil langkah nyata untuk memperbaiki kondisi Pasar Ketapang agar tidak terus menjadi keluhan masyarakat.

“Pemerintah Aceh Besar jangan hanya diam melihat kondisi ini. Jalan yang berlubang dan drainase yang tersumbat sudah lama dikeluhkan masyarakat. Ambil langkah nyata agar Pasar Ketapang kembali nyaman bagi pedagang maupun pengunjung,” pungkasnya. (Dj88)