posaceh.com, Jeddah – Kerajaan Arab Saudi telah menetapkan 2025 sebagai ‘Tahun Kerajinan Tangan’ dengan target menembus pasar dunia. Negara tempat lahirnya Islam itu terus mengembangkan berbagai proyek usaha kecil dan menengah, terutama seni dan budaya tradisional.
Upaya tersebut tentunya akan mengancam berbagai produk kerajinan dunia yang masuk kerajaan selama ini, termasuk dari Indonesia. Itu juga menjadi bagian dari Visi 2030 yang dicanangkan oleh Mohammed bin Salman (MBS) untuk melepas dari ketergantungan minyak ke non-minyak.
Arab Saudi yang kaya raya akan terus mengembangkan produk lokalnya, seperti kerajinan tangan yang juga berkembang pesat di Indonesia. Tetapi, pola Kerajaan Arab Saudi tampaknya mengikuti cara China dalam memberdayakan rakyatnya, dengan membangun jaringan produk lokal agar mendunia, bahkan telah membanjiri pasar-pasar dunia, termasuk Indonesia.

FOTO/ SAUDI PRESS AGENCY
Dalam sebuah pertemuan Kabinet Kerajaan, prakarsa tersebut telah disetujui untuk mengembangkan kreativitas perajin lokal dan akan memamerkan bakat mereka di pasar global. Menteri Kebudayaan Arab Saudi, Pangeran Badr bin Abdullah bin Farhan menyampaikan apresiasinya atas keputusan Kabinet.
Dia menekankan pentingnya melestarikan dan mempromosikan warisan budaya Arab Saudi, seperti dilansir Saudi Press Agency (SPA), Kamis (19/8/2024). Pangeran Badr mengatakan pihaknya akan terus berupaya menanamkan kebanggaan terhadap identitas nasional bersama semua elemen budaya nyata dan tidak nyata.
“Ini menjadi salah satu tujuan Strategi Kebudayaan Nasional di bawah Visi 2030, yang menempatkan identitas nasional dan budaya Arab Saudi di atas segalanya,” jelasnya. Dia menambahkan “Tahun Kerajinan Tangan” akan menjadi ajang untuk menghargai komponen penting identitas nasional ini, dengan memberi nilai tambah atas budaya dan seni.
Pangeran Badr menambahkan para perajin telah mencerminkan kreativitas masyarakat melalui tenun, artefak buatan tangan, dan inovasi artistik yang diwariskan dari generasi ke generasi. Di antaranya, tembikar, pakaian tradisional, perkakas keramik, kerajinan kulit, kerajinan tembaga, menjahit, mewarnai, pandai besi, kerajinan emas dan perhiasan, serta kreasi buatan tangan lainnya.
Dia menambahkan hal ini untuk mengangkat kerajinan tangan secara lokal dan internasional, memberdayakan perajin dan meningkatkan kontribusi mereka terhadap perekonomian kerajaan. Disebutkan, hal itu akan dicapai melalui berbagai acara bersama mitra guna menyoroti pentingnya kerajinan tangan dari segi budaya, sejarah, dan ekonomi kerajaan.
Dikatakan, sejak 2020, Kementerian menggelar “Tahun Budaya” tahunan untuk menghormati seni dan kebudayaan negara ini. “Tahun Kaligrafi Arab” dirayakan pada 2020 dan diperpanjang hingga 2021 karena pandemi Covid-19.
Pada 2022 ditetapkan sebagai “Tahun Kopi Saudi,” pada 2023 sebagai “Tahun Puisi Arab,” dan 2024 sebagai “Tahun Unta.” Pangeran Badr menegaskan “Tahun Kerajinan Tangan” 2025 untuk melestarikan seni dan warisan yang menjadi inti identitas Arab Saudi dan memastikan warisan yang tak ternilai ini terus dilestarikan dan dibagikan ke masyarakat global.(Muh/*)











