posaceh.com, Jakarta – Rudal jarak jauh terbaru milik Iran ; Paveh, menjadi sorotan karena dilengkapi sederet teknologi canggih dan mampu terbang rendah untuk menghindari deteksi radar.
Diperkenalkan sejak Agustus 2023, rudal Paveh disebut semakin mempertegas kemampuan Iran yang semakin meningkat dalam mengembangkan persenjataan buatan lokal.
Dengan jangkauan 1.650 kilometer, rudal Paveh diklasifikasikan sebagai rudal jelajah jarak jauh, yang memungkinkan Iran menargetkan lokasi di seluruh wilayah Timur Tengah.
Jangkauan yang dibahas ini disebut sangat penting bagi Iran, karena memungkinkan potensi serangan terhadap musuh di Teluk Persia, Israel, pangkalan militer AS di wilayah Timur Tengah, bahkan sebagian wilayah Eropa.
Dirancang untuk peluncuran berbasis darat, rudal Paveh dikerahkan melalui peluncur bergerak, sehingga mampu meningkatkan strateginya.
Para pengamat membayangkan rudal itu berpotensi dimodifikasi untuk digunakan dari kapal angkatan laut atau kapal selam di masa mendatang.
Fitur utama rudal jelajah Paveh adalah sistem panduannya yang canggih. Rudal kemungkinan besar menggunakan kombinasi navigasi inersia dan sistem berbasis satelit.
Profil penerbangan rudal Paveh sendiri dirancang untuk mode siluman dan penghindaran. Rudal ini beroperasi pada ketinggian rendah untuk menghindari deteksi radar.
Sumber-sumber juga menyebut rudal ini memiliki penampang radar yang rendah, menunjukkan kemampuan siluman sampai batas tertentu.
Meski belum pasti apakah kemampuan rudal siluman ini setara dengan sistem milik Barat atau Rusia, namun upaya meningkatkan daya tahan Paveh terlihat jelas.
Dari segi kecepatan, kemungkinan Paveh bergerak dengan kecepatan subsonik yakni sekitar 800 hingga 900 kilometer per jam.
Meski tak secepat rudal balistik, kemampuannya untuk menavigasi jalur penerbangan yang kompleks menjadikannya sulit untuk dicegat.
Iran belum mengungkapkan detail spesifik tentang hulu ledak Paveh, tetapi secara umum diyakini membawa hulu ledak berdaya ledak tinggi konvensional yang dimaksudkan untuk menimbulkan kerusakan signifikan pada infrastruktur penting, situs militer, dan pusat komando.(Muh/*)











