InternasionalOlahraga

Lisandro Martinez Akui Spanyol Pantas Juara Piala Dunia 2026

21
×

Lisandro Martinez Akui Spanyol Pantas Juara Piala Dunia 2026

Sebarkan artikel ini
Bek Argentina Lisandro Martinez. FOTO/AP

posaceh.com, Jakarta  Bek Argentina Lisandro Martinez menulis pesan untuk suporter usai kekalahan di final Piala Dunia 2026. Ia juga memberi selamat kepada Spanyol yang dinilainya layak jadi juara.

Argentina gagal mempertahankan gelarnya usai kalah di final Piala Dunia 2026. Lionel Messi kalah 0-1 dalam laga final yang harus dituntaskan sampai babak perpanjangan waktu.

Lisandro turun sebagai starter dalam pertandingan ini. Namun, bek Manchester United itu harus ditarik keluar pada menit ke-44 karena cedera.

Lisandro berterima kasih kepada semua pihak yang bekerja di balik layar mendukung timnas Argentina dan memberi selamat kepada Spanyol. Membela Argentina akan selalu menjadi kebanggaan untuknya.

“Dengan rasa sakit di jiwaku karena tidak bisa membawa pulang piala yang kita semua inginkan, tapi dengan rasa bangga yang sepenuhnya saya tunjukkan untuk seragam ini, untuk teman-teman setim, staf pelatih, direktur, staf medis, para koki, kit men, dan setiap orang yang terlibat dalam menyukseskan semua ini. Dan, terutama, untuk kalian, yang mengirimkan cinta, kekuatan, semangat kepada kami yang menjadi ciri khas kita dan kekompakan sebuah negara yang saya harap bertahan selamanya,” Lisandro menulis di akun media sosialnya.

“Saya ingin memberi selamat kepada Spanyol atas gelar juara yang memang pantas didapatkan.”

“Dan kepada masyarakat kami, saya ingin bilang kalau hasil tidak menentukan jalan yang sudah ditempuh. Kami melewati kesulitan, menjadikan yang mustahil menjadi mungkin, dan tidak pernah mencari alasan, hanya menemukan alasan untuk jalan terus.”

“Kami membela warna bendera kami jauh melebihi di lapangan dan berbagi momen yang tak terlupakan bersama tim nasional, keluarga kami, dan dengan dukungan tanpa syarat dari seluruh orang Argentina. Mewakili kalian akan selalu jadi kebanggaan yang luar biasa.”

“Ingatlah bahwa ‘kejatuhan orang-orang hebat adalah kebahagiaan para medioker’,” katanya.(Muh/*)