Nasional

14 Pendaki Selamat dari Erupsi Gunung Dukono, 7 WNI dan 7 WNA

17
×

14 Pendaki Selamat dari Erupsi Gunung Dukono, 7 WNI dan 7 WNA

Sebarkan artikel ini
Proses pencarian pendaki di Gunung Dukono yang mengalami erupsi. FOTO/dok. BNPB

podaceh.com, Halmahera Utara – Tim pencarian dan pertolongan gabungan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Halmahera Utara melakukan evakuasi terhadap para pendaki Gunung Dukono. Evakuasi dilakukan usai gunung tersebut mengalami erupsi.

“Berdasarkan pendataan sementara, total terdapat 20 orang pendaki yang berada di kawasan Gunung Dukono, terdiri dari sembilan warga negara asing (WNA) asal Singapura, tiga orang warga dari Ternate dan delapan warga lokal dari wilayah sekitar,” kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam keterangan tertulis, Jumat (8/5/2026).

Dia mengatakan 14 pendaki ditemukan dalam kondisi selamat. Mereka terdiri atas tujuh warga negara Singapura berinisial TYME (30), OSS (37), PL (33), LHEI (31), TJYG (30), LYXV (30), dan LSD (29).

Selain itu, terdapat tujuh pendaki Indonesia yang selamat. Mereka ialah BB (24), Y (23), S (26), A (22), H (26), FN (27), serta RI (29).

“Di sisi lain, hingga Jumat siang masih terdapat dua orang pendaki WNA yang dinyatakan dalam pencarian oleh tim SAR gabungan, yakni HWQT (L) usia 30 tahun dan SMBAH (L) usia 27 tahun,” ujar Abdul.

Dia mengatakan operasi pencarian sempat dihentikan sementara demi keselamatan personel akibat adanya potensi lontaran lava pijar dengan jangkauan mencapai sekitar 1,5 km dari puncak kawah pada pukul 14.10 WIB. Saat itu, seluruh tim evakuasi dilaporkan berada di Pos 5 sambil menunggu kondisi aktivitas vulkanik lebih aman untuk melanjutkan pencarian.

Pada pukul 15.25 WIB, pencarian kembali dilanjutkan dan tim SAR gabungan dibagi menjadi dua titik pencarian. Tim pertama melakukan penyisiran jalur pendakian menuju puncak gunung dan kini berada pada jarak kurang lebih 500 meter dari puncak.

Tim juga menggunakan pesawat nirawak atau drone untuk memantau kondisi dari udara. Hal itu dilakukan karena aktivitas erupsi Gunung Dukono masih berlangsung dengan intensitas yang fluktuatif.

Sementara itu, tim kedua melakukan penyisiran di wilayah aliran sungai yang berada di dekat kawasan puncak gunung. Penyisiran dilakukan untuk mencari dua warga negara Singapura yang masih dinyatakan hilang dan belum berhasil ditemukan.

Proses penanganan darurat melibatkan BPBD, Basarnas, TNI/Polri, Pos Pengamatan Gunung Api Dukono, tenaga medis dan unsur relawan setempat. BNPB mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk tidak melakukan aktivitas pendakian di kawasan Gunung Dukono selama aktivitas vulkanik masih meningkat serta mengikuti arahan resmi dari pemerintah daerah dan PVMBG demi keselamatan bersama.

Sebelumnya, Kapolres Halmahera Utara, AKBP Erlichson Pasaribu, menyebut ada tiga orang tewas akibat erupsi. Erlichson menyebut korban tewas merupakan dua warga negara Singapura dan satu WNI.

“Iya, tiga meninggal dunia. Yaitu dua warga Singapura dan satu warga lokal kelahiran Jayapura,” katanya.(Muh/*)