posaceh.com, Jakarta – Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menegaskan bahwa pemberian penghargaan kepada pemerintah daerah (Pemda) berprestasi merupakan bagian dari upaya mendorong peningkatan kinerja daerah.
Selain sebagai bentuk penghargaan, penghargaan tersebut juga diharapkan menjadi pemacu bagi kepala daerah untuk terus berinovasi dan memperbaiki tata kelola pemerintahan.
Hal itu disampaikan Tito usai menghadiri Pemberian Penghargaan Pemerintah Daerah (Pemda) Berprestasi Regional Papua Tahun 2026 di Hotel Suni Abepura, Kota Jayapura, Papua, Senin (22/6/2026) malam.
“Nah, kita diharapkan dengan adanya kegiatan ini ya teman-teman kepala daerah akan lebih bersemangat, termotivasi. Bagi yang belum beruntung juga mereka, ya kita diharapkan berlomba-lomba untuk bisa mendapatkan dana insentif fiskal,” ujar Tito.
Menurut Tito, penghargaan tersebut menjadi bukti bahwa banyak daerah mampu menunjukkan prestasi positif dalam penyelenggaraan pemerintahan.
Menurutnya, langkah tersebut merupakan implementasi pendekatan “stick and wortel”, yakni pemberian penghargaan bagi daerah berprestasi sekaligus mendorong bagi daerah lain untuk terus memperbaiki kinerjanya.
Terkait mekanisme penilaian, Tito menegaskan bahwa data yang digunakan berasal dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD). Oleh karena itu, proses penilaian diyakini berlangsung secara akuntabel dan transparan.
“Mengambil data itu aja udah ketahuan daerah mana yang bisa mengendalikan inflasi, yang relatif terjaga baik. Pengangguran juga ada datanya di BPS. Kemudian untuk kemiskinan sama, ada di BPS juga, bisa muncul mana daerah-daerah yang naik turun. Kemudian untuk creative financing itu diambil dari SIPD,” tuturnya.
Mendagri menambahkan, pada penyelenggaraan penghargaan kali ini Kemendagri berkolaborasi dengan salah satu media nasional. Melalui kerja sama tersebut, ia berharap berbagai pencapaian dan prestasi kepala daerah dapat dipublikasikan secara lebih luas melalui media masyarakat.(Muh/*)











