News

Ketua BKM Masjid Jamik Baiturrahim Ajak Warga Jaga Khazanah Islam saat Pembukaan MTQ di Kecamatan Meuraxa

20
×

Ketua BKM Masjid Jamik Baiturrahim Ajak Warga Jaga Khazanah Islam saat Pembukaan MTQ di Kecamatan Meuraxa

Sebarkan artikel ini
Syech Muharram menyampaikan sambutan pada pembukaan MTQ Kemukiman di Meuraxa Kota Banda Aceh, Selasa (16/6/2026) malam. FOTO/ M HERIZAL

posaceh.com, Banda Aceh – Ketua Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Jamik Baiturrahim Ulee Lheue, H. Muharram Idris (Syech Muharram) mengajak masyarakat untuk menjaga dan merawat berbagai khazanah sejarah serta nilai-nilai keislaman yang menjadi identitas di Kecamatan Meuraxa Kota Banda Aceh.

Ajakan itu disampaikan Syech Muharram saat menyampaikan sambutan dalam rangkaian Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Tingkat Kemukiman se-Kecamatan Meuraxa di halaman Masjid Jamik Baiturrahim Ulee Lheue, Selasa (16/6/2026) malam.

Kegiatan yang berlangsung hingga 22 Juni mendatang tersebut dihadiri Ketua DPRK Banda Aceh Irwansyah ST, Camat Meuraxa, para Imum Mukim, keuchik, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta ratusan warga dari berbagai gampong di Kecamatan Meuraxa.
Dalam sambutannya, Syech Muharram yang juga menjabat sebagai Bupati Aceh Besar itu menegaskan bahwa dirinya hadir sebagai Ketua BKM Masjid Jamik Baiturrahim Ulee Lheue untuk mendukung kebangkitan syiar Islam dan pembinaan generasi Qurani di kawasan tersebut.

Ia mengawali sambutannya dengan mengucapkan selamat Tahun Baru Islam 1448 Hijriah serta mengajak masyarakat menjadikan momentum hijrah sebagai sarana memperbaiki diri dan memperkuat persatuan umat.

“Selamat Tahun Baru Islam. Mari kita berhijrah menjadi pribadi yang lebih baik. Mudah-mudahan kegiatan seperti ini terus berlangsung karena mampu mempersatukan umat dari berbagai gampong dan mukim,” ujar Syech Muharram.

Menurutnya, MTQ bukan sekadar ajang perlombaan, melainkan wadah untuk menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap Al-Qur’an sekaligus menjaga tradisi keislaman yang telah mengakar kuat di Aceh.
Ia mengaku bersyukur karena kegiatan keagamaan yang sempat lama tidak digelar kini kembali hidup dan mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat setempat.

Syech Muharram (kanan) saat menghadiri pembukaan MTQ Kemukiman di Meuraxa Kota Banda, Selasa (16/6/2026). FOTO/ M HERIZAL

“Kita ingin mengembalikan kegiatan seperti ini karena sudah lama hilang. Padahal Meuraxa memiliki sejarah panjang dalam melahirkan qari dan qariah yang berprestasi hingga tingkat kabupaten, provinsi, bahkan nasional,” ungkapnya.

Syech Muharram berharap melalui MTQ tersebut akan lahir generasi baru yang mampu mengharumkan nama Aceh di berbagai ajang, baik tingkat provinsi, nasional maupun internasional.

“Mudah-mudahan ke depan lahir qari dan qariah yang mampu mewakili Aceh di tingkat nasional bahkan internasional yang kita harapkan ada dari Kecamatan Meuraxa,” harapnya.

Pada kesempatan itu, Syech Muharram juga mengingatkan pentingnya menjaga warisan sejarah yang dimiliki Kecamatan Meuraxa, terutama Masjid Jamik Baiturrahim yang menjadi simbol keteguhan masyarakat Aceh saat bencana tsunami 2004 melanda.

“Kita punya khazanah besar, Masjid Jamik Baiturrahim yang berada sangat dekat dengan laut namun diselamatkan Allah saat tsunami. Ini harus menjadi kebanggaan dan tanggung jawab kita bersama untuk menjaga dan mengembangkannya,” jelasnya.

Syech Muharram juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu membangun Kecamatan Meuraxa agar menjadi kawasan yang maju, religius, dan tetap menjaga nilai-nilai budaya serta sejarah yang dimiliki.

Sementara itu, Ketua DPRK Banda Aceh Irwansyah ST yang membuka MTQ secara resmi mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, pembinaan Al-Qur’an yang dimulai dari tingkat kemukiman dan kecamatan merupakan langkah penting dalam mencetak generasi Qurani dan meningkatkan prestasi Banda Aceh pada ajang MTQ mendatang.

“Ini sangat membantu Pemerintah Kota Banda Aceh. Saya mengapresiasi seluruh panitia dan masyarakat yang telah menghidupkan kembali MTQ di tingkat kemukiman,” katanya.

Irwansyah bahkan menyebut pembinaan yang dilakukan di tingkat kemukiman dan kecamatan menjadi langkah penting untuk meningkatkan prestasi Kota Banda Aceh di ajang MTQ mendatang.

“Ini menjadi pekerjaan rumah kita bersama. Pembinaan harus dilakukan secara berjenjang. Meuraxa sudah memulai, sekarang kita akan tantang kecamatan lain untuk melakukan hal yang sama,” ujarnya disambut tepuk tangan peserta dan warga.
Ketua DPRK Banda Aceh itu optimistis dengan pembinaan yang berkesinambungan, Banda Aceh mampu bersaing dan meraih prestasi lebih baik pada MTQ tingkat provinsi maupun nasional.

MTQ Tingkat Kemukiman se-Kecamatan Meuraxa tahun ini memperlombakan lima cabang lomba, yaitu Tilawatil Quran, Tahfiz Quran, Cerdas Cermat, Lomba Pidato, dan Lomba Adzan.

Kegiatan tersebut diharapkan menjadi momentum mempererat ukhuwah Islamiyah sekaligus memperkuat syiar Al-Qur’an di tengah masyarakat pesisir Banda Aceh.(Zal)