Internasional

WNI Tewas di Gurun Pasir Arab Saudi Seorang Dosen, Sudah Diingatkan Tetangga Tak Digubris 

507
×

WNI Tewas di Gurun Pasir Arab Saudi Seorang Dosen, Sudah Diingatkan Tetangga Tak Digubris 

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi orang berjalan di gurun pasir yang tandus di bawah terik matahari menyengat. FOTO/DOK.NET

posaceh.com, Jakarta – Warga negara Indonesia (WNI) yang meninggal dunia di gurun di Saudi Arabia saat hendak pergi ke Mekkah merupakan seorang dosen asal Pamekasan, Madura Jawa Timur. WNI berinisial SM tersebut berniat pergi haji dengan visa yang tidak semestinya.

SM diketahui merupakan warga Desa Blumbungan, Pamekasan. Dia meninggal dunia di gurun karena dehidrasi saat akan ke Mekkah melalui jalur ilegal, pada 27 Mei 2025 lalu. Tetangga SM, Ahmad Asir mengaku sempat mengingatkan kerabatnya itu sebelum memutuskan pergi naik haji ilegal pada 25 April 2025 atau sebulan sebelumnya.

Dia mengingatkan agar SM bisa lebih bersabar untuk menggunakan jalur resmi. Namun, Asir mengatakan SM justru mengingatkannya untuk tak perlu khawatir. “Dia [SM] bilang aman, doakan saja. Saya bilang kenapa tidak sabar menunggu yang legal aja? Dia tetap bilang aman, mungkin dia tidak tahu kalau peraturan sekarang udah beda,” kata dia seperti dikutip dari detikcom, Senin (2/6/2025).

Menurut Asir, SM berangkat menggunakan jasa travel tour, yang ia lupa namanya. SM sendiri merupakan seorang dosen di kampus swasta di Pamekasan. “Dia berangkat ikut travel multi apa gitu, saya lupa,” ujar Asir.

Konsul Jenderal RI di Jeddah Yusron B. Ambary mengatakan almarhum SM bersama 10 WNI lain sebelumnya sempat terkena razia aparat keamanan Arab Saudi karena mencoba berhaji dengan visa non-haji. Mereka pun diusir ke Kota Jeddah.

Namun, almarhum SM yang tiba di Arab Saudi menggunakan visa ziarah multiple memutuskan kembali mencoba memasuki wilayah Mekkah bersama J dan S dengan taksi gelap melalui area gurun pasir.

“Dalam upayanya mencoba masuk Kota Mekkah secara ilegal tersebut, ketiga WNI tiba-tiba dipaksa untuk turun di tengah gurun oleh sopir taksi karena takut tertangkap patroli aparat keamanan Arab Saudi,” kata dia.

Ketiga WNI tersebut kemudian ditemukan oleh patroli pesawat Drone aparat keamanan Arab Saudi. Saat ditemukan, SM sudah dalam keadaan meninggal dunia diduga kuat akibat dehidrasi.

“Sementara itu, J dan S dibawa aparat keamanan ke rumah sakit dan setelah menjalani perawatan kembali diusir ke Kota Jeddah,” kata Yusron. Arab Saudi tahun ini memperketat jalur masuk Mekkah bagi mereka yang akan berhaji.

Hanya mereka yang terdaftar atau punya visa haji yang diperkenankan masuk. Selain itu jamaah haji juga harus memiliki kartu nusuk, kartu identitas digital yang juga dipakai untuk mengakses berbagai layanan haji termasuk untuk masuk ke dalam Masjidi Haram.

Otoritas Saudi mengatakan telah mengamankan 269.678 orang yang akan masuk ke Mekkah tanpa visa haji. Petugas juga menggunakan drone untuk mengawasi mereka yang akan masuk ke Makkah. Selain itu sejumlah pemeriksaan di pos-pos keamanan juga dilakukan untuk memeriksa jemaah dan kendaraan yang melintas.(Muh/*)