Pemko Banda Aceh

Wali Kota Illiza Ajak Anak Jadi Agent of Change Wujudkan Banda Aceh Kota Layak Anak

15
×

Wali Kota Illiza Ajak Anak Jadi Agent of Change Wujudkan Banda Aceh Kota Layak Anak

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Banda Aceh menyapa Anak-anak pada puncak peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Kota Banda Aceh di Taman Putroe Phang, Minggu (2/8/2026) FOTO/ ABDUL HADI

posaceh.com, Banda Aceh – Pemerintah Kota Banda Aceh menggelar acara “Berdialog bersama Anak” dalam rangka puncak peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Kota Banda Aceh di Taman Putroe Phang, Minggu (2/8/2026).

Mengusung tema “Jika Nanti Aku menjadi Pemimpin tahun 2045”, kegiatan ini diikuti oleh seratusan anak-anak utusan dari 25 gampong di sembilan kecamatan se-Kota Banda Aceh.

Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Wali Kota Afdhal Khalilullah, Ketua TP PKK Dessy Maulida, Sekdako Jalaluddin, Ketua DWP Siti Hajar, sejumlah pejabat lainnya, dan para kepala OPD di lingkungan Pemko Banda Aceh.

Kepala DP3AP2KB Kota Banda Aceh Tiara Sutari dalam laporannya menyampaikan kegiatan ini bertujuan mengajak seluruh stakeholder untuk peduli terhadap pemenuhan hak dan perlindungan anak.

“Tujuannya adalah menciptakan ruang bagi anak untuk berpartisipasi serta menggalang dukungan semua pihak untuk mewujudkan Kota Layak Anak. Kami juga mengajak masyarakat menciptakan lingkungan yang nyaman dan ramah anak,” ujar Tiara.

Rangkaian acara peringatan HAN di Banda Aceh meliputi senam sehat, pemeriksaan mata gratis, lomba ranking 1, lomba menggambar, screening tes mental, penampilan kreativitas anak, permainan tradisional, pembacaan suara anak, pemberian santunan kepada anak yatim, hingga pelelangan karya anak.

Sebelumnya, DP3AP2KB juga telah melaksanakan edukasi anti bullying di sekolah, permainan tradisional edukatif tingkat PAUD dan TK, aksi peduli kemanusiaan untuk anak penderita kanker, hingga kampanye peran ayah dalam pengasuhan.

Dalam sambutannya sekaligus berdialog dengan anak-anak, Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal menegaskan komitmen menghadirkan Banda Aceh sebagai Kota Layak Anak.

“Sepertiga penduduk kota kita adalah anak-anak. Indonesia Emas 2045 ada di tangan kalian. Anak-anak ingin punya dukungan dan fasilitas yang baik agar bisa menjadi pemimpin ke depan, pintar dan taat kepada Allah,” kata Illiza.

Illiza menekankan inklusivitas adalah harga mati. “Semua anak dari berbagai latar belakang hari ini berkumpul di sini,” ujarnya.

Wali Kota Banda Aceh berdialog bersama Anak dalam rangka puncak peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Kota Banda Aceh di Taman Putroe Phang, Minggu (2/8/2026)
FOTO/ ABDUL HADI

Ia juga menyoroti pentingnya lingkungan sekolah yang sehat. Illiza meminta tidak ada guru yang merokok di kawasan tanpa rokok (KTR) sekolah. “Jika ada Kadis, kepala sekolah, atau guru yang merokok di KTR, laporkan! Siap anak-anak jadi agent of change Banda Aceh? Kita punya media sosial, viralkan saja kalau ada,” katanya.

Illiza juga mengingatkan orang tua agar mengganti pakaian bekas rokok saat berkumpul dengan anak karena residunya lebih berbahaya dari asap rokok. Ia berpesan agar orang tua menjadi teladan, mengantar anak sekolah, dan membangun komunikasi setiap hari. “Mendidik anak, terutama tugas ayah, dengan kasih sayang jauh lebih penting dari apapun.”

Dalam dialog tersebut, Illiza turut menginstruksikan Sekda dan kepala OPD untuk menindaklanjuti rekomendasi anak. Mulai dari larangan jual-beli rokok dan kondom secara bebas yang memicu pergaulan bebas.

Ia juga menyoroti kasus kekerasan di daycare dan bullying di sekolah yang menjadi atensi serius pemerintah kota. “Semua anak punya potensi. Tidak ada anak yang bodoh, hanya orang tua dan guru yang men-judge begitu,” ujarnya.

Tak ketinggalan, Illiza mengajak masyarakat menjaga lingkungan, menanam pohon, tidak buang sampah sembarangan, dan memanfaatkan program L2T2 gratis dari Perumdam Tirta Daroy agar limbah toilet tidak mencemari air tanah.

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, termasuk dalam mewujudkan KLA. Butuh dukungan dari segenap elemen kota,” ujarnya lagi.

Illiza pun menutup sambutan dengan yel-yel: “Anak-anak Banda Aceh”, yang dijawab serempak hadirin “Sayangi, Lindungi, Bangun Masa Depan”. “Insyaallah, pemimpin Indonesia pada tahun 2045 sedang duduk di hadapan kita hari ini,” ucap Illiza.(Hadi)