Pemko Banda Aceh

Wali Kota Banda Aceh Ajak Kepsek Perkuat Kolaborasi Wujudkan Pendidikan Berkualitas

20
Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal dalam kegiatan Dialog Pendidikan bersama kepala sekolah se-Kota Banda Aceh di Aula SMP Negeri 1 Banda Aceh, Rabu (2/9/2026). FOTO/RINALDI

posaceh.com, Banda Aceh – Dalam rangka peringatan Hari Pendidikan Daerah (Hardikda,) Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal menggelar dialog bersama para kepala sekolah jenjang PAUD, SD, dan SMP se-Banda Aceh.

Mengusung tema “Kuatkan Kolaborasi untuk Pendidikan Berkualitas”, kegiatan ini berlangsung di Aula SMPN 1 Banda Aceh, Rabu (2/9/2026).

Di halaman sekolah, kedatangan Illiza disambut antusias oleh siswa-siswi anggota OSIS SMPN 1 Banda Aceh, dewan guru, dan perwakilan kepala sekolah. Sebelum menuju aula, Illiza menyempatkan diri menyambangi sejumlah kelas dan berinteraksi langsung dengan para siswa.

Suasana kian semarak tatkala ratusan kepala sekolah negeri maupun swasta di bawah naungan Disdikbud Banda Aceh., termasuk Illiza, mengenakan pakaian bermotif khas Aceh sebagai wujud kecintaan terhadap budaya lokal.

Dari jajaran pemerintah turut hadir Asisten Pemerintahan dan Kesra Setdako Banda Aceh Bachtiar, Ketua MPD Salman Ishak, Kadisdikbud Sulaiman Bakri, Kepala DP3AP2KB Tiara Sutari, Kadiskominfotik M Zubir, Kabag Prokopim Mukhlizal, dan beberapa staf khusus wali kota.

Dalam sambutannya, Illiza menyampaikan dialog ini menjadi momentum untuk bertafakkur melihat kondisi dunia pendidikan terkini. “Apa yang masih bisa kita perbaiki bersama,” ujarnya.

Illiza menekankan pentingnya memastikan lingkungan sekolah bersih, aman, dan nyaman bagi anak-anak. “Yang ingin kita dengarkan langsung adalah kondisi rill dari bapak ibu. Bagaimana guru-guru bekerja, berinteraksi dengan orang tua, serta berbagai persoalan yang muncul setiap hari dan dihadapi,” kata Illiza.

Ia juga menyoroti kasus bullying di lingkungan sekolah dan perilaku menyimpang LGBT yang rentan menyasar anak usia sekolah. “Persoalan-persoalan seperti ini yang masih perlu kita hadapi dan cari solusinya bersama,” ucapnya.

Usai pengantar singkat, acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan dialog interaktif antara para kepala sekolah dan wali kota beserta jajaran.

Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal berdialog dengan para kepala sekolah se-Kota Banda Aceh, di Aula SMP Negeri 1 Banda Aceh, Rabu (2/9/2026). FOTO/RINALDI

Menanggapi masukan para kepsek, Illiza mengapresiasi dan mencatat seluruh persoalan. Beberapa di antaranya menjadi pekerjaan rumah bersama. Seperti kekurangan jumlah guru saat ini yang berkisar 70-80 orang berikut kejelasan sumber alokasi gajinya.

Terkait permintaan pembukaan formasi PPPK guru dari sekolah swasta, Illiza menyebut masih memerlukan kebijakan dan aturan terbaru dari pemerintah pusat. Ia juga mendorong kerja sama dengan perguruan tinggi, pembukaan relawan guru, dan pengajaran daring sebagai langkah alternatif untuk menyikapi kekurangan guru saat ini.

Illiza juga menyampaikan Pemko Banda Aceh telah menyusun program edukasi mitigasi bencana bagi warga sekolah. Banda Aceh pun kembali bekerja sama dengan Kota Higashimatsushima, Jepang dan lewat program tersebut beberapa sekolah telah mendapat pelatihan mitigasi bencana.

“Ke depan, kita akan menggelar lagi tsunami drill di lingkungan sekolah dengan melibatkan komunitas dalam upaya mitigasi bencana,” ujar Illiza seraya memastikan anak-anak berkebutuhan khusus juga menjadi prioritas pemerintahannya.

Wali kota kembali menekankan pentingnya kebersihan lingkungan sekolah. “Saya akan keliling ke sekolah-sekolah untuk mengecek langsung, terutama toilet. Setiap sekolah juga harus menjalankan program 3R: reduce, reuse, recycle,” sebutnya.

Soal tata kelola keuangan sekolah tak lupa disinggung Illiza agar lebih terbuka sehingga sekolah dipercaya orang tua. Dan jika ada sumbangan kegiatan yang disepakati bersama orangtua/wali murid, nominalnya tidak boleh dipatok karena sifatnya sukarela

Terakhir ia meminta dukungan kepsek untuk senantiasa memonitor program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar tetap aman, bersih, higienis, dan layak dikonsumsi anak didiik. “Kami juga berkomitmen untuk terus melanjutkan program Gerakan Seniman Masuk Sekolah dan Dokter Saweu Sikula di Banda Aceh,” demikian Illiza.

Melalui dialog tersebut, Pemerintah Kota Banda Aceh berharap komunikasi dan sinergi dengan para kepala sekolah terus diperkuat untuk mewujudkan pendidikan yang berkualitas dan lingkungan sekolah yang ramah bagi peserta didik.(Rinaldi)

Exit mobile version