Parlementaria

Wakil Ketua DPRK Banda Aceh Musriadi Tegaskan Pentingnya Pendidikan Diniyah Sebagai Fondasi Cerdaskan Bangsa

461
×

Wakil Ketua DPRK Banda Aceh Musriadi Tegaskan Pentingnya Pendidikan Diniyah Sebagai Fondasi Cerdaskan Bangsa

Sebarkan artikel ini
Wakil Ketua DPRK Banda Aceh Dr Musriadi Aswad SPd MPd menyampaikan materi, pada Seminar Pendidikan Diniyah, di Aula Dr Mr Teuku Haji Moehammad Hasan, USM, Banda Aceh, Sabtu (17/5/2025). FOTO/ WAHYU DESMI

*Dorong Lahirnya Perwal

posaceh.com, Banda Aceh – Wakil Ketua DPRK Banda Aceh, Dr Musriadi Aswad SPd MPd menegaskan pentingnya pendidikan diniyah dalam memperkuat keimanan dan akhlak mulia peserta didik. Pendidikan diniyah dinilai sebagai fondasi dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, khususnya di tengah tantangan zaman yang terus berkembang.

“Pendidikan diniyah adalah instrumen penting dalam membentuk karakter dan spiritualitas anak bangsa. Karena itu, kami di DPRK sebagai lembaga legislatif akan terus mendorong hadirnya peraturan wali kota (perwal) sebagai turunan dari Qanun Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pendidikan Diniyah,” ujar Musriadi, saat menjadi pemateri dalam Seminar Pendidikan Diniyah bertema “Antara Harapan dan Kenyataan”, yang turut menghadirkan Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Banda Aceh Sulaiman Bakri MPd dan Ketua Program Studi Doktoral (S3) Pendidikan Agama Islam (PAI) Pascasarjana UIN Ar-Raniry, Dr Silahuddin MAg, di Aula Dr Mr Teuku Haji Moehammad Hasan, USM, Banda Aceh, Sabtu (17/5/2025).

Mahasiswa FKIP USM Banda Aceh mengikuti Seminar Pendidikan Diniyah, di Aula Dr Mr Teuku Haji Moehammad Hasan, USM, Banda Aceh, Sabtu (17/5/2025). FOTO/ WAHYU DESMI

Politisi PAN dari Dapil III Kota Banda Aceh menjelaskan, DPRK Banda Aceh telah meletakkan dasar hukum melalui Qanun tersebut sebagai langkah awal perjuangan dalam memajukan pendidikan diniyah. Namun, ia menilai perlu adanya regulasi teknis yang lebih rinci dalam bentuk Perwal untuk menjabarkan hal-hal seperti rekrutmen guru, kualifikasi pendidik, sarana prasarana, pembiayaan, hingga pelatihan guru bekerja sama dengan perguruan tinggi.

“Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ada di perguruan tinggi menjadi modal besar dalam menyiapkan calon-calon guru diniyah yang kompeten,” tambah Musriadi.

Wakil Ketua DPRK Banda Aceh Dr Musriadi Aswad SPd MPd, menerima penghargaan saat menjadi pemateri pada Seminar Pendidikan Diniyah, di Aula Dr Mr Teuku Haji Moehammad Hasan, USM, Banda Aceh, Sabtu (17/5/2025). FOTO/ WAHYU DESMI

*Dorong Pendidikan Diniyah Masuk Kurikulum Muatan Lokal

Dalam konteks implementasi Kurikulum Merdeka, Musriadi juga mendorong agar pendidikan diniyah dijadikan bagian dari muatan lokal (mulok) di sekolah-sekolah tingkat SD dan SMP di Banda Aceh. Ia menyebutkan bahwa Kurikulum Merdeka membuka ruang fleksibel bagi pemerintah daerah untuk mengembangkan kurikulum lokal berdasarkan kearifan daerahnya.

“Dua hal yang kita dorong untuk menjadi muatan lokal adalah pendidikan diniyah dan bahasa Aceh. Ini bagian dari upaya pelestarian dan penguatan karakter lokal kita,” kata pria kelahiran Ulee Kareng tersebut.

Lebih lanjut, Musriadi menegaskan, pendidikan diniyah tidak hanya fokus pada baca tulis Al-Qur’an, tetapi juga pada pemahaman nilai-nilai aqidah dan akhlak mulia yang menjadi pondasi penting dalam membentuk generasi yang religius dan berintegritas.

Foto bersama usai pelaksanaan Seminar Pendidikan Diniyah, di Aula Dr Mr Teuku Haji Moehammad Hasan, USM, Banda Aceh, Sabtu (17/5/2025). FOTO/ WAHYU DESMI

“Kami sangat yakin, bila ini dijalankan secara konsisten, pendidikan diniyah di Banda Aceh akan menjadi model dan inspirasi bagi kabupaten/kota lain di Aceh bahkan di tingkat nasional,” pungkasnya.

Seminar yang diikuti oleh 250 mahasiswa dan mahasiswi tersebut merupakan hasil kolaborasi antara DPRK Banda Aceh dan FKIP USM tersebut menjadi ruang kolaboratif dalam menyamakan visi tentang arah pendidikan diniyah ke depan, yang diharapkan menjadi kekuatan karakteristik pendidikan Banda Aceh yang berbasis nilai-nilai Islam dan kearifan lokal. (Adv)