News

Usai PON XXI, Gepeng Kembali Beraksi di Bundaran Lambaro Aceh Besar

998
×

Usai PON XXI, Gepeng Kembali Beraksi di Bundaran Lambaro Aceh Besar

Sebarkan artikel ini
Seorang pengemis tampak beroperasi di Bundaran Lambaro, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, Selasa (8/10/2024). FOTO/ FIRDAUS AKBAR

posaceh.com, Kota Jantho – Usai berakhirnya Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut, para gelandangan dan pengemis (gepeng) kembali beraksi di kawasan Bundaran Lambaro, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar. Situasi yang sempat steril selama pelaksanaan PON kini berubah, dengan kemunculan kembali para gepeng di area tersebut.

Nonik, seorang pedagang yang berjualan di sekitar Bundaran Lambaro, mengungkapkan bahwa selama PON, kawasan itu bebas dari keberadaan gepeng. Namun, pasca selesainya ajang olahraga nasional tersebut, mereka mulai beroperasi kembali.

“Sebelumnya, selama PON, tidak ada gepeng di sini. Tapi sekarang mereka kembali muncul,” ujarnya, Selasa (8/10/2024).

Nonik menuturkan, biasanya terdapat lima orang gepeng yang beroperasi di sekitar bundaran tersebut mulai pukul 10.00 WIB hingga sore hari. Namun, saat ini baru satu orang yang terlihat kembali beroperasi.

“Biasanya ada lima orang yang mengemis di sini, terdiri dari bapak-bapak, ibu-ibu, hingga anak kecil. Tapi sekarang baru terlihat satu orang,” terangnya.

Nonik juga menyebutkan bahwa beberapa waktu lalu sempat terjadi keributan di antara para gepeng yang biasa beroperasi di sana. Namun, ia tidak mengetahui secara pasti penyebab dari perkelahian itu. “Pernah ada keributan di antara mereka, tapi saya tidak tahu penyebab pastinya,” imbuhnya.

Sementara itu, Ilham (28) pengendara sepeda motor asal Aceh Besar, kepada media ini, juga menyayangkan kembali munculnya para gepeng di berbagai persimpangan. Untuk hal ini, Ia berharap Pemerintah Aceh Besar melalui Satpol PP dan WH dapat segera menertibkan dan mengatisipasi keberadaan para gepeng itu.

“Keberadaan para gepeng ini terkadang sangat menganggu penguna jalan. Pemerintah perlu segera menertibkan,” pintanya..(Firdaus Akbar)