posaceh.com, Kota Jantho – PT Solusi Bangun Andalas berhasil meraih penghargaan PROPER Hijau 2025 berkat keberhasilan mengelola lingkungan secara berkelanjutan melalui inovasi sosial dan operasional. Penghargaan yang diserahkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia, di Sasono Langen Budoyo, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Selasa (7/4/2026) lalu.
Capaian tersebut tidak terlepas dari implementasi program Sakeladera (Sampah Kelapa untuk Desa Sejahtera) di kawasan pesisir Lhoknga, Aceh Besar. Program berbasis ekonomi sirkular tersebut mampu mengolah hingga 60 ton sampah kelapa per bulan melalui kolaborasi dengan komunitas Bank Sampah Generasi Milenial (Basagemil).
Direktur PT Solusi Bangun Andalas, Edi Sarwono, mengatakan bahwa penghargaan PROPER Hijau menjadi bukti komitmen perusahaan dalam menjalankan prinsip keberlanjutan secara menyeluruh.
“PROPER Hijau ini menjadi bukti bahwa keberlanjutan harus dibangun secara menyeluruh, mulai dari pengelolaan energi dan penurunan emisi di pabrik, hingga bagaimana kami tumbuh bersama masyarakat. Ini adalah komitmen kami untuk menghadirkan solusi yang tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat nyata,” ujar Edi, di Aceh Besar, Kamis (16/4/2026).
Sebelum program berjalan, sampah kelapa di wilayah pesisir umumnya dibakar atau dibiarkan membusuk, yang berkontribusi terhadap emisi karbon hingga 34,8 ton CO₂ per bulan. Selain itu, peternak lokal juga menghadapi tingginya biaya pakan yang mencapai Rp48 juta per bulan akibat ketergantungan pasokan dari luar daerah.

Melalui Sakeladera, limbah kelapa diolah menjadi cocopeat yang dimanfaatkan sebagai campuran pakan ternak. Inovasi ini mampu menekan biaya pakan hingga 60 persen atau sekitar Rp28,2 juta per bulan, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pasokan luar daerah. Produk tersebut juga telah melalui uji laboratorium dan dinyatakan memenuhi standar kandungan nutrisi.
Program tersebut turut memberikan dampak ekonomi signifikan bagi masyarakat dengan nilai Social Return on Investment (SROI) sebesar 2,5, yang berarti setiap Rp1 investasi mampu menghasilkan manfaat Rp2,5. Selain itu, volume sampah kelapa berhasil ditekan menjadi 20–24 ton per bulan.
Seorang warga penerima manfaat, Muhammad Ikhsan, mengaku program tersebut membawa perubahan nyata bagi masyarakat setempat.
“Sekarang sampah kelapa tidak lagi dibuang percuma. Kami bisa mengolahnya menjadi produk yang bermanfaat, bahkan membantu menekan biaya produksi pakan ternak. Terima kasih Solusi Bangun Andalas,” ucapnya.
Selain program pemberdayaan masyarakat, perusahaan juga melakukan berbagai inovasi lingkungan di area operasional, seperti penggunaan teknologi burner rendah emisi yang mampu menurunkan emisi hingga 88.931 ton CO₂ ekuivalen sepanjang 2025.
Teknologi tersebut juga didukung pemanfaatan bahan bakar alternatif dari limbah, termasuk oli bekas, yang mampu mengurangi penggunaan batu bara hingga 40 persen. Upaya lainnya meliputi efisiensi energi listrik, pengendalian emisi gas, serta inovasi daur ulang limbah seperti karet bekas dan pemanfaatan air buangan AC untuk kebutuhan domestik.
Melalui integrasi inovasi sosial dan teknologi ramah lingkungan, PT Solusi Bangun Andalas menunjukkan bahwa pengelolaan industri yang berkelanjutan tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga mampu memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.(Why/*)











