Internasional

Ukraina Tangkap dan Rawat Tentara Korea Utara Terluka, Jadi Bukti Keterlibatan Kim Jong Un

719
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. FOTO/AFP

posaceh.com. Kiev – Tentara Ukraina berhasil menangkap hidup-hidup dua tentara Korea Utara yang terluka di Oblast Kursk, Rusia Selatan pekan lalu. Kondisi keduanya mulai membaik saat ini seusai mendapat perawatan intensif di rumah sakit Kiev.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengumumkan penangkapan itu dengan menyebut pasukannya berhasil menangkap dua tentara Korea Utara (Korut) yang terluka pekan lalu. Terungkap fakta mengerikan terkait pasukan Kim Jong Un tersebut.

Keduanya menjadi tawanan perang oleh pasukan Ukraina di Oblast Kursk Rusia. Zelensky mengatakan mereka menerima bantuan medis yang diperlukan dan berada dalam tahanan Dinas Keamanan Ukraina (SBU) di Kiev.

“Ini bukan tugas yang mudah”, kata Zelensky, seperti dikutip BBC International, Selasa (14/1/2025). Dia mengklaim tentara Rusia dan Korut biasanya mengeksekusi warga Korea Utara yang terluka untuk menghapus bukti keterlibatan Korea Utara dalam perang melawan Ukraina.

“Dunia perlu mengetahui kebenaran tentang apa yang sedang terjadi,” imbuhnya. Zelensky juga mengunggah empat foto di samping pernyataannya. Dua foto memperlihatkan orang-orang yang terluka, salah satu foto memperlihatkan kartu militer Rusia berwarna merah.

Badan intelijen Ukraina mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa para tahanan tersebut ditangkap pada tanggal 9 Januari 025 dan segera setelah itu diberi semua perawatan medis yang diperlukan sebagaimana ditetapkan oleh Konvensi Jenewa dan dibawa ke Ibu Kota Kiev.

“Mereka ditahan dalam kondisi yang sesuai dengan persyaratan hukum internasional,” demikian bunyi pernyataan dinas intelijen tersebut.

Dinas intelijen tersebut mengatakan para tahanan tersebut tidak berbicara bahasa Ukraina, Inggris, atau Rusia, “jadi komunikasi dengan mereka dilakukan melalui penerjemah bahasa Korea, bekerja sama dengan NIS (Badan Intelijen Nasional) Korea Selatan”.

Menurut NIS, kedua tentara yang ditangkap itu adalah anggota Biro Umum Pengintaian, badan intelijen militer Korea Utara.

Para tentara bersaksi bahwa dikirim ke medan perang tanpa dijanjikan gaji, tetapi sebaliknya, mereka akan diperlakukan sebagai pahlawan, kata NIS.

Menurut penilaian badan mata-mata Korea Selatan, tentara Korea Utara yang dikerahkan untuk berperang melawan Ukraina telah diperintahkan untuk bunuh diri agar tidak ditangkap.

Badan Intelijen Nasional Korea Selatan memberi tahu anggota parlemen bahwa lebih dari 300 tentara Korea Utara telah tewas bersama dengan lebih dari 2.700 orang terluka saat mendukung upaya perang Rusia. Seorang anggota parlemen kemudian memberikan ringkasan pengarahan tersebut kepada wartawan.

Di antara tentara yang tewas, ditemukan catatan yang menunjukkan rezim menekan pasukan untuk bunuh diri daripada ditawan. Beberapa catatan berisi harapan untuk bergabung dengan Partai Pekerja Korea yang berkuasa atau diampuni.

Dalam satu cerita, seorang tentara yang hampir ditangkap mencoba meledakkan dirinya dengan granat sambil berteriak “Jenderal Kim Jong Un.” Tentara itu ditembak mati sebelum melakukan tindakan itu, kata NIS.(Muh/*)

Exit mobile version