Opini

Twk Muhammad di Mata CPR

19
×

Twk Muhammad di Mata CPR

Sebarkan artikel ini
Penulis bersama Twk Muhammad MAg. (Foto: Dok. Pribadi)

Oleh Bung Syarif*

Pria kelahiran 22 Juni 1992 ini bernama Twk Muhammad MAg, alumni Magister Bahasa Arab UIN Ar-Raniry adalah politisi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Banda Aceh, yang menjabat sebagai Anggota DPRK Banda Aceh dua periode.

Kandidat Doktoral Pendidikan Agama Islam UIN Ar-Raniry ini karir politiknya semakin melejit. Langkah awal berkah politiknya diawali di Pileg 2019 serentak mengantarkannya menjadi anggota legislatif Kota Banda Aceh termuda.

Umur 27 Tahun, resmi menjadi anggota parlemen di Kutaraja. Ada ungkapan bijak ingin kuasai Aceh maka rebut kekuasaan di pusat ibu kota. Sepertinya spirit ini mendarah daging pada Alumni MUQ Langsa dan juga Mahasiswa Doktoral Pendidikan Agama Islam UIN Ar-Raniry.

Twk Muhammad (Tumad) dikenal sebagai aktivis saat menjadi mahasiswa di UIN Ar-Raniry, aktif di berbagai organisasi, baik intra maupun ekstra kampus. Sebut saja; menjadi kader Lembaga Dakwah Kampus UIN Ar-Raniry, HMJ Prodi Bahasa Arab, Remaja Masjid Lampriet, Remaja Masjid Syuhada Lamgugop, KAMMI Banda Aceh, BKPRMI Banda Aceh, KNPI Aceh, BKPRMI Aceh, Tastafi Banda Aceh, Ketua KAMMI Aceh hingga DPP ISAD Aceh.

Mimpinya menjadi politisi merakyat dan terus berbuat yang terbaik untuk umat, ungkap “Tumad” saat kami ngobrol santai, bersama Carlie Papa Romeo (CPR) sesama Relawan RAPI Kota Banda Aceh. Tumad juga tercatat sebagai guru TPA Darul Falah Gampong Pineung ini, juga aktif memberikan materi keagamaan di berbagai komunitas remaja di Banda Aceh.

Peserta Majelis Taklim yang mengikuti pembinaan di Hotel Kumala Ulee Kareng, Banda Aceh, pada 21-22 Agustus 2026. (Foto: Dok. Pribadi)

Maka sangat wajar jika masuknya nama Tumad dalam belantara perpolitikan Kutaraja, anak muda milenial sudah sangat familiar dengan sosok pemuda yang juga pimpinan Balai Pengajian Alfusalam Gampong Lamgugop, Kecamatan Syiah Kuala. Di balik kesibukan ia juga sempat menjadi guru Tahsin di UIN Ar-Raniry serta Direktur PAU Doda Idi.

Ia ingin buktikan menjadi politisi hidupnya harus sederhana dan tidak glamour. Keberpihakannya pada perjuangan advokasi kebijakan Ibu-ibu Majelis Taklim Kota Banda Aceh tidak diragukan lagi. Salah satu politisi yang konsern melakukan pembinaan kelembagaan dan kompetensi pengurus Majelis Taklim se-Kota Banda Aceh dibuktikan dengan keberpihakan anggaran pada 2026 ini.

Pada akhirnya, lewat pokirnya terlaksana pembinaan Majelis Taklim di Kota Banda Aceh sejak tanggal 21-22 Agustus 2026 di Hotel Kumala Ulee Kareng, Banda Aceh sebanyak 70 orang Majelis Taklim perempuan dilakukan pembinaan dengan menghadirkan narasumber sesuai kompetensinya.

Ketua Fraksi PKS Kota Banda Aceh dan juga Anggota Badan Anggaran Legislatif Kota Banda Aceh berkomitmen dan istiqamah dalam memperjuangkan anggaran dalam pembinaan Majelis Taklim dan peningkatan kompetensi santri dayah dan ini terbukti saat pembahasan anggaran 2027 di saat anggaran Training Center Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK) Tingkat Provinsi Aceh nol anggarannya, beliau meminta untuk dimasukkan anggaran tersebut. Jika perlu anggaran dinas lain wajib digeser demi memperjuangkan anggaran MQK Tingkat Provinsi Aceh.

Jangan sampai di tahun 2027 santri dayah di Banda Aceh tidak mengikuti ajang bergengsi lantaran tidak mendapat sokongan anggaran dari Pemerintah Kota Banda Aceh, ungkap Tumad. Sukses terus Tumad, ikhtiar dalam memperjuangkan anggaran berbasis syariah wabil khusus Disdik Dayah Banda Aceh patut kita apresiasi.

Tumad bereh. Takbir.

* Penulis adalah Alumni Lemhannas Pemuda Angkatan I, Magister Hukum Tata Negara USK, Wakil DPD BKPRMI Banda Aceh, KAHMI Aceh, Aktivis`98, Dosen Legal Drafting FSH UIN Ar-Raniry, ICMI Kota Banda Aceh, Direktur Forum Milenial Literasi Aceh, Ketua Komite Dayah Terpadu Inshafuddin, Aktivis LBH Darul Misbah.