NewsPemko Banda Aceh

Tingkatkan Pariwisata, Dispar Banda Aceh Teken MoU dengan UIN Ar-Raniry

753
×

Tingkatkan Pariwisata, Dispar Banda Aceh Teken MoU dengan UIN Ar-Raniry

Sebarkan artikel ini
Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh melalui Dinas Pariwisata menandatangani perjanjian kerjasama dengan pihak Universitas Islam negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh, Kamis (22/8/2024). FOTO/DOK DISPAR BANDA ACEH

posaceh.com, Banda Aceh – Guna meningkatkan industri pariwisata di Kota Banda Aceh, Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh melalui Dinas Pariwisata menandatangani perjanjian kerjasama dengan pihak Universitas Islam negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh, Kamis (22/8/2024).

Kepala Dinas Pariwisata Banda Aceh, Said Fauzan, SSTP, MA, mengtakan, perkembangan dunia wisata di Kota Banda Aceh semakin dinamis ini ditandai dengan peningkatan pengunjung ke Kota Banda Aceh yang terus meningkat. Pada tahun 2021 jumlah wisatawan yang berkunjung yaitu 251.836 wisatawan, tahun 2022 naik 328.169 wisatawan, tahun 2023 kembali naik menjadi 322.029 wisatawan.

Kota Banda Aceh memiliki posisi yang sangat strategis untuk pengembangan kepariwisataan karena sebagai ibukota, Pemerintah Provinsi Aceh  dan Pemerintah Kota Banda Aceh berkolaborasi dengan baik dalam mempromosikan kepariwisataan Kota Banda Aceh serta merupakan lokasi favorit penyelenggaraan event pariwisata baik tingkat daerah maupun tingkat nasional.

Berdasarkan data, bahwa jumlah wisatawan yang berkunjung ke Kota Banda Aceh baik wisatawan nusantara maupun mancanegara terjadi peningkatan yang cukup signifikan dari tahun sebelumnya. Salah satu destinasi wisata yang banyak dikunjung yaitu Masjid Raya Baiturrahman, Museum Tsunami, Makam Syiah Kuala dan Museum PLTD Apung.

“Tingginya minat wisatawan Malaysia berkunjung di Kota Banda Aceh disebabkan antara lain karena persamaan budaya antara Malaysia dan Aceh, faktor keamanan yang sudah lebih baik, banyaknya situs sejarah, tersedianya destinasi yang bernuansa islami dan kuliner yang halal,” kata Said Fauzan.

Kunjungan wisatawan mancanegara ke Kota Banda Aceh didominasi oleh wisatawan dari negara tetangga Malaysia diurutan pertama, disusul Singapura, Thailand, Tiongkok, Jerman, dan negara lainnya. Gambar 2.61 berikut menunjukkan jumlah kunjungan wisatawan nusantara dan mancanegara ke Kota Banda Aceh dari Tahun 2018 hingga Tahun 2023.

Kata Said, peningkatan pengunjung setiap tahunnya ini artinya Kota Banda Aceh menjadi barometer dan semakin kondusif bagi kunjungan wisatawan di Aceh.

Said menjelaskan, saat ini pariwisata memegang peranan penting karena memiliki banyak manfaat dari kegiatan pariwisata itu sendiri, terlebih kedepan Kota Banda Aceh akan menjadi tuan rumah pada event nasional yaitu PON XXI Aceh-Sumut Tahun 2024.

“Tentunya event ini akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan meningkatkan penghasilan ekonomi masyarakat yang merupakan poin penting dari pariwisata itu sendiri,” jelasnya.

Menyadari hal itu, Said menambahkan pihaknya akan berkomitmen untuk terus menggelar event promosi pariwisata dan serius melahirkan talent yang berbakat untuk mempromosikan pariwisata di Kota Banda Aceh.

“Kami dari Dispar berkomitmen terus menggelar event-event sebagai upaya promosi pariwisata dan serius melahirkan talent muda guna mempromosikan keindahan kota, keindahan alam budaya, sejarah, kuliner serta hal menarik lainnya yang ada di Kota Banda Aceh,” pungkasnya. (Adv)