NewsPemko Banda Aceh

Tekan Angka Stunting DP3AP2KB Kota Banda Aceh Lakukan Pendampingan Keluarga

2128
×

Tekan Angka Stunting DP3AP2KB Kota Banda Aceh Lakukan Pendampingan Keluarga

Sebarkan artikel ini
Foto: Kepala DP3AP2KB Kota Banda Aceh Cut Azharida SH

posaceh.com, Banda Aceh – Guna menekan peningkatan angka stunting di Kota Banda Aceh Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Banda Aceh akan melakukan pendampingan keluarga yang dimulai pada bulan Oktober mendatang.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Banda Aceh Cut Azharida SH kepada media ini, Selasa (21/9/2021) mengatakan, saat ini program pendampingan keluarga masih pada tahap pembentukan tim kerja, tim kerja sendiri terdiri dari bidan desa, anggota TP PKK dan PPKBD. “Banda Aceh memiliki 90 gampong dalam setiap gampong nanti aka nada tim yang terdiri, bidan desa, anggota PKK dan PPKBD yang jumlah seluruhnya mencakup 585 orang yang terdiri dari 195 orang bidan, kader PKK 195 orang begitu pula dengan anggota PPKBD,” sebutnya.

Para petugas pos yandu melakukan pengukuran panjang balita di Gampong Blang Cut, Kecamatan Leung Bata, Selasa (21/9/2021)
FOTO/ ABDUL MUIZ

Menurutnya, target utama dari program pendampingan ini merupakan calon pengantin, calon ideal subur, ibu hamil dan pasca persalinan serta keluarga yang memiliki balita.

“Jadi pendampingan keluarga akan difokuskan kepada mereka, karena tujuan utama program ini adalah menekan angka stunting,” ujarnya.

Untuk penanggulangan stunting yakni pencegahan sejak 1000 hari pertama kehidupan dan jika sudah terdeteksi berarti masuk penanganan, yaitu dengan melakukan stimulasi pengasuhan pendidikan berkelanjutan.

“Makanya kita dampingi sejak pra nikah, hingga lahir dan akan kita pantau terus pertumbuhan bayi tersebut, selain bayi tersebut ibunya juga kita damping,” kata Cut Azharida kepada posaceh.com.

Para petugas pos yandu melakukan timbangan pada balita di Gampong Blang Cut, Kecamatan Leung Bata, Selasa (21/9/2021)
FOTO/ ABDUL MUIZ

Selain itu, menurutnya melihat kesehatan anak-anak saat ini, nyatanya anak anak-anak di Kota Banda Aceh masih berisiko mengalami stunting atau tubuh pendek akibat gagal dalam tumbuh kembang.

“Jika melihat kondisi hari ini, anak-anak di Kota Banda Aceh masih rawan terkena stunting, oleh karenanya kita mengambil satu langkah pencegahan, dengan melakukan edukasi kepada warga melalui tim tersebut,” teranganya.

Terkait sumber dana, Cut Azharida mengatakan, bahwa program ini bersumber dari anggaran pemerintah pusat yang diberikan melalui BkkBN Provinsi Aceh.

“ini program pemerintah pusat melalui BkkBN Aceh, dan kita sebagai eksekutor di lapangan,” katanya.

Ia juga menjelaskan, dalam menekan angka stunting, warga perlu didorong untuk meningkatkan kesadaran terhadap konsumsi gizi bagi ibu menyusui. “Ini dilakukan sebagai upaya menanggulangi stunting dan gizi buruk di tengah pandemi. Selain itu, juga penting untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi di antara para pemangku kepentingan dengan pihak swasta untuk menanggulangi stunting,” ungkapnya.

Dalam kondisi pandemi seperti ini, ibu hamil menjadi perhatian khusus dalam berbagai hal karena ini berpengaruh pada kondisi kesehatan janin, dengan demikian perlu kerja ekstra agar penekanan angka stunting berjalan dengan baik dan penyebaran Covid-19 dapat terputus.

“Tentu ini menjadi PR bagi kami, satu sisi kita menjaga kesehatan agar mata rantai penyebaran dapat terputus, namun ibu hamil tetaplah harus dapat pendampingan agar gizi dan kesehatannya tercukupi,” pungkasnya. (Muiz)