posaceh.com, Jakarta – Striker Persiraja Banda Aceh, Deri Corfe asal Inggris masuk radar utama klub-klub Liga 1 Indonesia untuk digaet pada musim 2025/2026 mendatang.
Corfe termasuk pemain yang sukses bersinar bersama Persiraja yang tampaknya menjadi komoditas transfer yang panas karena bakal jadi rebutan klub-klub BRI Liga 1 musim depan.
Setidaknya, ada tiga nama pemain Liga 2 lainnya yang berhasil mencuri perhatian setelah menampilkan aksi-aksi gemilang bersama klubnya sepanjang bergulirnya Pegadaian Liga 2 2024/2025..
Pertama, keberhasilan Persiraja Banda Aceh melaju hingga jauh di Pegadaian Liga 2 2024/2025 memang ditopang dengan beberapa pemain berkualitasm, salah satunya sosok striker asal Inggris bernama Deri Corfe.
Pemain berusia 26 tahun itu memang jadi tulang punggung Persiraja dalam mengarungi kasta kedua. Sepanjang musim, Deri Corfe bisa menghasilkan total 14 gol serta tiga assist dari total 21 penampilan, seperti dikutip dari Bola.com, Selasa (4/3/32025).
Jika melihat potensinya tersebut, penyerang kelahiran Chester, 3 Maret 1998, ini layak masuk dalam daftar incaran klub-klub BRI Liga 1 yang butuh striker tajam untuk mengarungi musim 2025/2026.
Pemain asing lainnya yang juga patut menjadi target incaran klub-klub kasta tertinggi musim depan ialah Juninho Cabral. Penyerang asing PSMS Medan asal Brasil ini memang terhitung cukup tajam sepanjang musim.
Pada musim reguler, misalnya, dia menjadi tulang punggung PSMS Medan untuk bersaing. Setidaknya, striker berusia 32 tahun ini bisa menjaringkan total 12 gol dan satu assist dari total 16 pertandingan selama musim reguler.
Koleksinya di babak play-off degradasi juga bertambah tiga gol dan satu assist. Sehingga, selama semusim berjuang di kasta kedua, Juninho sudah mencatatkan total 15 gol dan dua assist dari total 22 pertandingan.
Perjuangan PSIM Yogyakarta yang tampil sangat trengginas sepanjang pagelaran Pegadaian Liga 2 2024/2025 juga tak dapat dilepaskan dari kiprah mentereng salah satu pemain asingnya, Rafael de Sa Rodrigues.
Pemain yang akrab dengan sapaan Rafinha itu menjadi salah satu aktor penting di balik keberhasilan Laskar Mataram menjuarai Pegadaian Liga 2 2024/2025 sekaligus merebut tiket promosi ke kasta tertinggi musim depan.
Di musim reguler, misalnya, Rafinha sudah berhasil menjaringkan 12 gol dar 15 pertandingan. Jumlah ini masih ditambah delapan gol dari tujuh laga pada fase play-off promosi Pegadaian Liga 2 2024/2025.
Berkat penampilannya itu, ditambah aksi-aksi tengilnya di lapangan, ada banyak fans dari klub-klub BRI Liga 1 yang berharap Rafinha bisa direkrut. Dia bakal jadi komoditas panas di bursa transfer nanti.
Mantan anak asuh Shin Tae-yong di Timnas Indonesia, Ramai Rumakiek juga muncul sebagai pemain muda yang tampil fenomenal sepanjang bergulirnya Pegadaian Liga 2 2024/2025. Dia menjadi amunisi terdepan Persipura Jayapura dalam menjebol gawang lawan.
Ketajaman Ramai Rumakiek sudah terlihat sejak musim reguler. Sebab, dari 12 pertandingan, dia sukses menghasilkan total 11 gol dan empat assist. Jumlah ini membuktikan bahwa dia jadi salah satu yang patut diwaspadai.
Sementara saat memasuki babak play-off degradasi, penyerang berusia 22 tahun itu juga tak kalah oke. Sebab, hanya dari delapan laga, dia berhasil mencetak 11 gol dan satu assist untuk skuad Mutiara Hitam.
Secara keseluruhan, Ramai sukses menyumbangkan 22 gol dan lima assist dari 20 laga. Jumlah ini membuatnya didapuk jadi Top Scorer Pegadaian Liga 2 2024/2025. Tentu kiprah ini layak membuatnya jadi incaran klub-klub kasta tertinggi Indonesia.(Muh/*)