posaceh.com, Jakarta – Sekolah Menengah Kejuruan Pembangunan Pertanian (SMK PP ) Negeri Kutacane mengirimkan dua delegasinya ke Youth Organik Forum di Depok, Jakarta, Jumat (26/11/2021) lalu. Kedua delegasi yang dikirim adalah Junaidi Maruto dan Teuku Musrian dan dari Aceh lainnya Benny Baihaqi.
Kepala SMK PP Kutacane Muhammad SP MP mengatakan bahwa Organic Youth Forum 2021 merupakan forum terbaik di Asia bagi pemuda untuk mendapatkan pengetahuan dan bekal best practice mengenai pertanian organik. “Semua ilmu tersebut didapatkan peserta langsung dari para praktisi, pakar, dan pionir dalam pertanian organik di Asia,” ujarnya.
Beberapa pionir yang hadir adalah President of IFOAM Asia, Matthew John; Pionir NISARD, Edgardo Uychiat; CEO Starfish Organics, Konrad Hauptfleisch; dan Founder Bloom Agro, Emily Sutanto. OYF juga mengundang langsung The Learning Farm @thelearningfarm.idn untuk hadir dan berbagi inspirasi dari program pemberdayaan pemuda rentan dengan pendidikan pertanian organik yang mereka lakukan.
Para delegasi SMK PP Kutacane selain mengikuti kegiatan youth forum juga mengadakan kunjungan ke polbangtan Bogor, Politeknik Enjiniring Pertanian (PEPI) Tanggerang dan ke Badan Pengembangan Sumber Daya Pertanian dan Penyuluhan Pertanian (BPSDMP) kementerian Pertanian. Kunjungan kegiatan selama sepekan tersebut juga diikuti dua siswa terbaik SMK PP Kutacane, yakni Maysarah dan Yusran.
“Ini merupakan program Kesiswaan Tahun 2O21 yang didanai APBA Distanbun Aceh,” tuturnya.
Sementara itu, Jennifer Chang, Executive Director of IFOAM, berharap melalui forum ini para pemuda akan terdorong untuk berorganisasi dan memecahkan masalah dan isu sosial di bidang pertanian organik yang terjadi di negara-negara Asia khususnya.
Pertama kali dibentuk pada tahun 2016, IFOAM Asia Organic Youth Forum membangun kapasitas kaum muda dalam hal pertanian organik melalui pelatihan, praktik terbaik di setiap negara di Asia, dan berbagi pengalaman tentang pengembangan pertanian organik di antara mereka.
“OYF adalah forum sekaligus tempat praktik pertanian organik terbaik di Asia bagi generasi muda sehingga mampu beradaptasi dan berinovasi dengan pertanian organik 3.0,” terang Jennifer Chang.
Tahun ini, perhelatan 6th IFOAM Asia Organic Youth Forum berlangsung di Indonesia dan diorganisir oleh Aliansi Organis Indonesia, bertempat di Wisma Hijau, Depok pada tanggal 22 – 24 November 2021.
Acara ini berlangsung secara hybrid dan diikuti oleh total 40 peserta dari 14 negara, antara lain Jepang, Korea Selatan, Cambodia, Taiwan, Vietnam, China, Bangladesh, Filipina, India, Iran, Sri Lanka, Nepal, Israel, dan Indonesia.
Peserta dari luar Indonesia, bergabung dan mengikuti seluruh rangkaian pelatihan secara virtual. Peserta dari Indonesia mengikuti rangkaian OYF langsung di Wisma Hijau, Depok dan menjadi representasi dari para pemuda pegiat pertanian organik Indonesia.
Dijelaskan Program Youth Organik Forum ini “Mereka datang dari berbagai daerah di Indonesia antara lain Aceh, Sumatera Utara, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Barat, dan Sulawesi Selatan. Keanekaragaman ini juga menjadi keunikan dari OYF yang memberikan peserta pengalaman lintas budaya atau kultural,” jelas Emilia Setyowati, Presiden Aliansi Organis Indonesia.
Selama dua hari, para pemuda organik ini mendapatkan berbagai materi mulai dari sejarah, dasar pertanian organik, penjaminan, hingga pemasaran produk organik. Organic Youth Forum juga mempertemukan peserta dengan dengan para pioneer dalam pertanian organik di Asia.
Pada hari ketiga, para peserta berkunjung untuk belajar tentang best practice pertanian organik ke BSP Farm di Cijeruk, Bogor. Para peserta mendapatkan pengalaman tentang filosofi, sistem pertanian organik, dan agrotourism BSP Farm yang dijelaskan oleh Pak Sudaryanto, salah satu pionir dalam pertanian organik di Indonesia.
Mereka juga belajar langsung ke Seniman Pangan Javara di Bekasi untuk belajar mengolah produk pertanian organik yang menjadi potensi pangan lokal Indonesia untuk menjadi produk pangan yang kreatif, inovatif, dan dapat dipasarkan.
Anggota Youth Forum juga i terima oleh Helyanti Hilman, Pendiri Javara Indonesia, peserta mendapatkan semangat untuk melihat kekayaan pangan lokal sebagai potensi untuk berkreasi dan memperkenalkan Indonesia ke kancah internasional.
Dengan melihat secara langsung praktek dan peluang-peluang yang bisa dikerjakan dalam pertanian organik akan semakin meneguhkan para petani muda ini untuk secara serius menekuni pertanian khususnya pertanian organik dan menunjukkan pertanian organik menjadi pilihan pekerjaan yang tidak kalah dari sektor pekerjaan yang lain.
The 6th IFOAM Asia merupakan bagian dari 4th Organic Asia Congress. Kolaborasi internasional ini dilaksanakan oleh IFOAM Asia dan Aliansi Organis Indonesia, didukung oleh konsorsium Yayasan Bina Swadaya, KEHATI, Arla Indonesia, Kementrian Perdagangan, dan Kementrian Pertanian.
Mengusung tema “Asia Go Organic for Healthier Planet” diharapkan rangkaian kegiatan ini membawa semangat kepada para pemuda dan semua pihak untuk bergerak dan berkarya dalam pertanian organik.
“SMK PP Kutacane sejak tahun 2020 telah menjalin kerjasama dengan Asosiasi Organik Indonesia (IOF) telah menangani memorandum of understanding serta mengukuhkan diri untuk pengembangan organik di Aceh khususnya dan juga Indonesia umumnya.serta mekatih kader kader muda untuk mencintai organik,” tambah Muhammad Kepsek Berprestasi Aceh.(Mtis)











