Olahraga

Seleksi Usai, 40 Pemain Diproyeksikan Perkuat PSAB U-17

31
×

Seleksi Usai, 40 Pemain Diproyeksikan Perkuat PSAB U-17

Sebarkan artikel ini
Plt Ketua PSAB Mariadi ST MT menyampaikan arahannya pada penutupan seleksi pemain PSAB U-17, di Lapangan Sepakbola Persima Meunasah Krueng, Kecamatan Ingin Jaya, Kabupaten Aceh Besar, Sabtu (25/4/2026). FOTO/ WAHYU DESMI

posaceh.com, Kota Jantho – Proses seleksi pemain Persatuan Sepakbola Aceh Besar (PSAB) U-17 resmi berakhir setelah berlangsung selama tiga hari. Dari total 357 peserta yang mengikuti seleksi, sebanyak 40 peserta akan dijaring untuk diproyeksikan memperkuat tim berjuluk Laskar Seulawah, di Lapangan Sepakbola Persima Meunasah Krueng, Kecamatan Ingin Jaya, Kabupaten Aceh Besar, Sabtu (25/4/2026).

Plt Ketua PSAB Aceh Besar, Mariadi ST MT menyampaikan, hasil seleksi tersebut akan diumumkan dalam waktu dekat. Namun, ia menegaskan bahwa jumlah 40 pemain yang lolos bukanlah keputusan final.

“Dalam dua hari ini kita akan umumkan 40 peserta yang dinyatakan lolos. Namun ini belum keputusan akhir, karena mereka masih bisa gugur jika dalam proses selanjutnya tidak menunjukkan kemampuan terbaiknya. Nanti baru akan diambil tim inti 30 pemain,” ujar Mariadi.

Ia menjelaskan, proses seleksi yang ketat tersebut dilakukan untuk memastikan bahwa para pemain yang terpilih benar-benar memiliki kualitas dan potensi yang mumpuni untuk memperkuat PSAB U-17 pada ajang Piala Soeratin 2026 mendatang.

“Ini merupakan upaya kita untuk mendapatkan pemain yang benar-benar berkualitas, sehingga mampu bersaing dan mengharumkan nama Aceh Besar baik di tingkat regional maupun nasional,” terangnya.

Lebih lanjut, Mariadi menyatakan, para pemain yang lolos seleksi nantinya akan menjalani program pelatihan yang lebih intensif. Pembinaan tersebut mencakup peningkatan fisik, kekompakan tim, hingga pengasahan kemampuan teknis individu.

“Kita akan fokus pada pelatihan yang lebih intensif, baik dari segi fisik, kekompakan, maupun peningkatan skill pemain, agar mereka siap menghadapi kompetisi yang sesungguhnya,” pungkasnya.(Why)