Internasional

Saudi Luncurkan Layanan ‘Haji Tanpa Bagasi’, Jemaah Bisa Langsung ke Hotel Tanpa Tunggu Koper

22
×

Saudi Luncurkan Layanan ‘Haji Tanpa Bagasi’, Jemaah Bisa Langsung ke Hotel Tanpa Tunggu Koper

Sebarkan artikel ini
Arab Saudi meluncurkan terobosan baru dalam layanan haji 2026. FOTO/Saudi Press Agency

posaceh.com, Arab Saudi- Arab Saudi meluncurkan terobosan baru dalam layanan haji 2026 dengan menghadirkan program “Hajj Without Luggage” atau Haji Tanpa Bagasi, sebuah sistem yang memungkinkan koper jemaah dikirim langsung dari negara asal ke hotel di Arab Saudi.

Skema ini dirancang untuk memangkas antrean bandara, mengurangi kepadatan saat puncak kedatangan, sekaligus meringankan beban fisik jemaah.

Inovasi ini menjadi bagian dari transformasi layanan haji Arab Saudi yang semakin mengandalkan integrasi logistik dan digital untuk meningkatkan kenyamanan jutaan tamu Allah selama perjalanan ibadah.

Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi menyebut layanan tersebut dijalankan bersama General Authority of Civil Aviation dan sejumlah lembaga terkait sebagai bagian dari peningkatan kualitas layanan jemaah.

Jemaah Tak Perlu Tunggu Koper di Bandara

Dalam skema ini, bagasi jemaah akan dikumpulkan sejak di bandara keberangkatan melalui perusahaan logistik khusus.

Barang bawaan kemudian dikirim ke Arab Saudi, diterima di bandara tujuan seperti Jeddah dan Madinah, lalu langsung didistribusikan ke hotel tempat jemaah menginap.

Dengan mekanisme tersebut, jemaah disebut bisa langsung menuju bus transportasi setibanya di Arab Saudi tanpa harus menunggu proses pengambilan bagasi.

Langkah ini dinilai penting untuk menekan penumpukan massa di area kedatangan, terutama saat jutaan jemaah datang hampir bersamaan.

Bisa Layani 400 Ribu Jemaah

Maskapai Saudia disebut ikut terlibat dalam skema ini melalui integrasi digital yang ditujukan untuk mengurangi kepadatan di bandara selama periode sibuk musim haji.

Layanan tersebut diklaim akan mencakup lebih dari 400.000 jemaah melalui jaringan Saudia yang menjangkau 145 destinasi.
Pelaksanaannya dilakukan bersama Kementerian Haji dan Umrah, Matarat Holding, platform Nusuk, dan sistem HalaBag.

Saudi Post juga turut bergabung dalam program ini dengan menyediakan solusi logistik terpadu, termasuk pengiriman bagasi dari hotel ke tujuan akhir di dalam maupun luar Arab Saudi.

Secara keseluruhan, layanan ini diproyeksikan menangani sekitar 1,1 juta bagasi dari tujuh negara peserta program Makkah Route Initiative, dengan target pengiriman ke hotel di Makkah dalam waktu 24 jam.

Berawal dari Uji Coba, Kini Jadi Program Besar

Anggota komite penasihat bidang hospitality King Abdulaziz University, Bader Al-Juaid, menyebut layanan ini sebagai perubahan mendasar dalam konsep pelayanan haji.

Menurut dia, pendekatan baru ini tak lagi sekadar memindahkan jemaah dari satu titik ke titik lain, tetapi juga mengurangi beban operasional yang dapat mengganggu kenyamanan perjalanan ibadah.

Ia menjelaskan gagasan tersebut pertama kali diuji coba pada 2017 dalam skala terbatas melalui Makkah Route Initiative untuk sebagian jemaah asal Malaysia.
Kini, pada 2026, skema tersebut berkembang menjadi program yang jauh lebih luas.

Sementara itu, pengamat sektor haji dan umrah Saad Al-Qurashi menilai layanan ini memberi manfaat besar, terutama bagi jemaah lansia dan rombongan besar, karena mengurangi beban fisik dan membuat jemaah bisa lebih fokus pada ibadah.(Muh/*)