Internasional

Iran Ingin Deal dengan AS Harus Akhiri Perang di Semua Front

13
×

Iran Ingin Deal dengan AS Harus Akhiri Perang di Semua Front

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi. FOTO/AFP

posaceh.com, Teheran – Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Iran Kazem Gharibabadi menegaskan bahwa setiap kemungkinan kesepakatan dengan Amerika Serikat (AS) harus memastikan berakhirnya perang di semua front, juga pencabutan blokade laut dan sanksi-sanksi yang menjerat Teheran.

Gharibabadi, seperti dilansir Press TV, Selasa (19/5/2026), memaparkan syarat-syarat Iran untuk mencapai kesepakatan dengan AS guna mengakhiri perang saat dia berbicara kepada para anggota Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri dalam parlemen Iran pada Senin (18/5/2026).

Juru bicara komisi tersebut, Ebrahim Rezaei, menuturkan bahwa Wamenlu Iran itu memberikan informasi terbaru kepada para anggota parlemen tentang negosiasi tidak langsung antara Teheran dan Washington, serta proposal yang saling diajukan kedua pihak melalui mediator Pakistan.

“Gharibabadi menekankan bahwa dalam setiap kemungkinan kesepakatan, (harus dicantumkan bahwa) perang harus berakhir di semua front, termasuk Lebanon, pasukan AS harus menarik diri dari kawasan sekitar Iran, blokade laut harus dicabut, sanksi-sanksi harus dibatalkan, dan aset-aset Iran harus dibebaskan,” ucap Rezaei menuturkan informasi yang disampaikan Wamenlu Iran tersebut.

Pakistan untuk Akhiri Perang dengan AS
Gharibabadi, menurut keterangan Rezaei, juga menekankan bahwa AS-lah yang meminta gencatan senjata dan negosiasi, serta Iran tidak pernah mengupayakan negosiasi dengan Washington selama perang berlangsung.

Dia juga mengatakan bahwa Gharibabadi mengungkapkan jika Iran telah mengirimkan proposal terbaru, melalui Islamabad sebagai mediator, untuk menanggapi usulan perdamaian AS, dan belum menerima tanggapan resmi dari Washington.

Sebelumnya, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengatakan dalam konferensi pers pada Senin (18/5) bahwa respons Teheran terhadap proposal terbaru Washington telah “disampaikan kepada pihak Amerika melalui mediator Pakistan”.

Baghaei mengatakan bahwa tuntutan Iran terhadap AS mencakup pencairan aset-asetnya yang dibekukan di luar negeri dan pencabutan sanksi-sanksi.

“Poin-poin yang diangkat adalah tuntutan Iran yang telah dipertahankan dengan tegas oleh tim negosiasi Iran di setiap putaran negosiasi,” sebutnya.

Washington dan Teheran saling bertukar beberapa proposal dalam beberapa pekan terakhir, saat gencatan senjata yang rapuh masih bertahan selama enam minggu ini. Namun perundingan damai yang dimediasi Islamabad terhenti, dengan Presiden AS Donald Trump menyebut gencatan senjata “dalam kondisi kritis”.

Seorang sumber Pakistan mengisyaratkan bahwa kemajuan dalam upaya perdamaian AS dan Iran sulit dicapai. Dia menyebut kedua pihak “terus mengubah target-target mereka”.

“Kita tidak memiliki banyak waktu,” ucap sumber Pakistan tersebut.

Iran diketahui menetapkan sejumlah syarat untuk AS, yang mencakup menuntut ganti rugi atas kerusakan perang, penghentian blokade AS terhadap pelabuhan Teheran, dan penghentian pertempuran di semua front, termasuk Lebanon yang lokasi pertempuran Israel dan kelompok Hizbullah, yang didukung Iran.

Sementara AS di sisi lain mendesak Iran untuk membubarkan program nuklirnya dan mencabut blokade efektif di Selat Hormuz, yang merupakan jalur perairan strategis bagi pasokan minyak dan gas global.(Muh/*)