Belanda banyak meninggalkan “warisan”, satu di antaranya adalah plat nomor kendaraan Aceh ‘BL’. Penanda plat kendaraan asal Aceh ini dipakai sampai sekarang dan sekaligus menjadi identitas tersendiri.
Bicara sejarah plat kendaraan. Menurut keterangan, riwayat plat kendaraan di Indonesia awalnya bermula di Pulau Jawa ketika Inggris menduduki dan memberi nya kode untuk penanda kereta kuda.
Inggris menguasai Pulau Jawa setelah mengalahkan pasukan Belanda pada 17 September 1811.
Dalam perperangan tersebut pasukan Inggris berhasil mengalahkan pasukan Belanda di beberapa wilayah di Pulau Jawa. Pasukan Inggris yang menyerbu Jawa selama kurang lebih sebulan berhasil membuat Belanda bertekuk lutut. Akhirnya Inggris berkuasa di Pulau Jawa selama beberapa waktu.
Ketika itu Inggris memperkenalkan plat kendaraan. Awalnya diberikan untuk penanda kereta kuda. Mengapa huruf B untuk Batavia? Ternyata mereka memberi nama sesuai dengan batalion yang merebut atau menguasai daerah tersebut. Batavia direbut oleh pasukan batalion B Inggris.
Sementara Banten memiliki kode plat A karena dikuasai oleh pasukan batalion A. Wilayah selanjutnya yang direbut adalah Surabaya (batalion L) dan Madura (batalion M) pada tanggal 27 Agustus 1811.
Nah kenapa Yogyakarta, dan Solo yang terdiri dari 2 huruf AB, AD?
Pada saat itu, wilayah kerajaan Mataram yang otonom ini memilih bekerjasama dengan bangsa Eropa ini. Inggris kemudian mengirim dua batalion yaitu batalion A dan batalion B, maka nya plat kendaraan di Jogjakarta adalah AB. Begitu pula untuk wilayah lain di Pulau Jawa ketika Inggris mendudukinya.
Bagaimana plat di Malaysia
Sebagai juga jajahan Inggris, sejarah plat kendaraan di sana memiliki keunikan tersendiri. Bagi anda yang pernah ke Johor misalnya, terlihat plat di negeri sana memakai awal J. Terus kenapa Perak dengan A?
Awal kisah nya ketika Inggris datang ke Tanah Melayu menjelang Perang Dunia Pertama. Pemberian nomor plat A B C D dan lain-lain ditentukan berdasarkan kemampuan penduduk di sebuah negeri untuk memiliki kendaraan.
Plat kendaraan di Perak bermula dengan huruf A karena ketika itu, penduduk Perak merupakan orang pertama yang mampu untuk memakai kendaraan dan Perak juga mencatatkan jumlah pemilikan kendaraan paling tinggi ketika itu.
Sebagai penghasil timah terbesar, Perak ketika Inggris berkuasa lebih maju berbanding dengan negeri-negeri lain. Namun kebanyakan kendaraan atau di Malaysia disebut kereta bukan dimiliki orang Melayu tetapi dipakai oleh pemerintah Inggris yang bertugas di Perak.
Bagaimana dengan BL
Di Aceh, plat kendaraan ini mulai diperkenalkan Belanda sekitar tahun 1900. Beberapa foto mobil zaman kolonial terlihat menggunakan plat BL, dan unik nya kendaraan seperti itu malah terlihat sampai ke Tangse dan Geumpang sekitar tahun 1910. Unik ya, dengan apa mereka membawa kenderaan ini ke dataran tinggi di Pidie ini. Bisa jadi menggunakan bantuan transportasi gajah.
Terus apa artinya BL?
Nah plat BL, selama ini orang-orang sering menyebut artinya Banyak Lada atau Banyak Laut. Aceh kala itu memiliki hasil alam Lada yang melimpah dan juga kekayaan laut sehingga dikenal sebagai kerajaan maritim terkuat di nusantara.
Namun terdapat pendapat yang menyebut BL itu singkatan dari Belanda, sebagai penegasan penjajah ini kepada dunia bahwa Aceh wilayah mereka.
Benarkah demikian atau jangan-jangan seperti komentar Ustad Masrul Aidi yang bercerita kalau almarhum Ibrahim Hasan, mantan Gubernur Aceh pernah seloroh bahwa arti plat BL itu adalah Banyak Lalai.
Apalah arti sebuah nama plat kendaraan. (Hasnanda Putra).
