posaceh.com, Banda Aceh — Puluhan pecatur antusias untuk ikut kejuaraan catur cepat berlebel Sampoerna Kupi x UKM Catur USK yang akan digelar Warkop Sampoerna Kupi, Lamgugob, Banda Aceh, Minggu (25/1/2026)
Ketua panitia, Muhammad Rizqi, menyebutkan, sejak pendaftaran dibuka pekan lalu, hingga saat, Senin (19/1/2026) ini sudah 30 pecatur yang mendaftarkan diri untuk ambil bagian.
Rizqi menjelaskan, panitia menetapkan kuota 33 peserta karena keterbatasan tempat, perlengkapan dan peralatan. Masih tersisa 3 kuota, sedangkan pelaksanaan pertandingan seminggu lagi atau Minggu depan (25/1/2026).
Disebutkannya, pagelaran turnamen catur cepat yang hanya terbuka atau diperuntukkan untuk pecatur non atlet merupakan kerjasama Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Catur Universitas Syiah Kuala (USK) dengan Warkop Sampoerna Kupi.
Pertandingan yang dijadwalkan berlangsung sehari selesai, dimulai pukul 09.00 WIB akan digelar di Warkop Sampoerna Kupi, Jalan Teuku Nyak Arif Lamgugob No. 636, Banda Aceh.
Katanya, turnamen berlebel Sampoerna Kupi x UKM Catur USK mengusung tema “Berpikir Cepat, Bertindak Cepat”, sebagai refleksi nilai utama dalam permainan catur yang menuntut ketepatan analisis, kecepatan mengambil keputusan, serta sportivitas dalam berkompetisi.
Rizqi menjelaskan, turnamen yang terbuka untuk umum non atlet, mempertandingkan catur cepat 15 menit, menggunakan sistem Swiss 6 ronde.
Katanya, event ini dirancang sebagai ajang kompetisi sekaligus sarana pengembangan kemampuan berpikir strategis di kalangan masyarakat.
Disebutkan, biaya pendaftaran ditetapkan sebesar Rp30.000 dengan batas pendaftaran hingga 23 Januari 2026 atau telah mencapai jumlah Kouta 33 peserta, pendaftaran ditutup.
Katanya, panitia menyiapkan hadiah dan berbagai penghargaan menarik untuk pemenang peringkat 1 hingga 8.
Hadiah Juara I diberikan sertifikat, uang tunai sebesar Rp350.000, Juara II sertifikat dan Rp225.000, Juara III sertifikat dan Rp125.000, Juara IV sebesar Rp100.000, serta Juara V hingga VIII masing-masing mendapatkan Rp50.000.
Rizqi menyebutkan, penyelenggaraan turnamen ini diharapkan mampu mempererat silaturahmi antar pecatur di Aceh, sekaligus menghidupkan kembali ekosistem olahraga catur di lingkungan kampus dan masyarakat umum.(Sdm)











