posaceh.com, Banda Aceh – PSAB Aceh Besar kembali mempersiapkan diri untuk menghadapi Liga 4 Aceh musim 2025 yang mulai bergulir 15 Oktober 2025 mendatang dan siap revans atas kegagalan meraih juara Liga 4 Aceh pada musim 2024 lalu.
Pelatih PSAB, Mukhlis Nakata yang kembali melatih para pemain, Selasa(2/9/2025) mengakui persiapan untuk memilih pemain sudah dimulai, baik yang masih junior maupun senior.
Dia mengatakan perpaduan pemain junior dan senior akan memberi warna tersendiri dalam pertandingan. Para pemain muda yang memiliki stamina tinggi akan mampu berpadu dengan pemain senior sarat pengalaman.
Dikatakan, dengan laga Liga 4 Aceh yang semakin dekat, maka pemilihan pemain akan dilaksanakan dengan ketat, khususnya dari tim PORA Aceh Besar yang kembali berlatih pada Sabtu (30/8//2025) sore.
Mantan pemain Persiraja Banda Aceh ini yang kerap dipanggil ‘Kapten’ menyatakan untuk pemain senior akan dirumuskan kembali dengan tim manajemen, termasuk pemain junior, sehingga semuanya akan dapat sesuai dengan rencana dan target yang akan ditetapkan.
Nakata menjelaskan untuk persiapan menghadapi Liga 4 zona Aceh yang sudah disepakati untuk ikut ambil bagian, maka tim manajemen sudah bergerak untuk menghubungi sejumlah pemain junior dan senior, sebagai bagian persiapan tim, khususnya untuk memulai pemusatan latihan.
Sebagai bonden kebanggaan masyarakat Aceh Besar ini, maka dapat dipastikan, tim pelatih bersama manajemen tidak akan mengulangi lagi kegagalan musim 2024 lalu, termasuk tim Piala Soeratin U-17 zona Aceh 2025 yang hanya lolos sampai babak delapan besar.
Mirisnya, kegagalan mempertahankan juara Piala Soeratin U-17 zona Aceh 2024 didapat dari tim Juang FC Bireuen yang akhirnya menjadi juara untuk mewakili Aceh ke tingkat nasional.
Nah, pada tingkat nasional 2024 lalu, PSAB U-17 juga gagal dari Duta FC Banten pada babak delapan besar yang akan akhirnya menjadi juara Piala Soeratin Nasional 2024.
Prestasi terbaik yang diraih tim di bawah PSAB sepanjang 2025, yakni sepakbola Pra PORA Aceh Besar akhirnya lolos secara dramatis ke PORA Aceh Jaya 2026, walau harus bersusah payah melewati babak playoff dengan menyingkirkan Aceh Tamiang.
Melihat perjalanan PSAB Aceh Besar yang tidak mulus dalam sejumlah kompetisi tingkat Provinsi Aceh, maka pemilihan pemain harus benar-benar tepat, khususnya untuk posisi striker yang dalam pertandingan sebelumnya kerap menuai masalah.
Nakata paham betul atas kondisi itu, walau pemain lainnya sudah bermain baik, tetapi pada finishing atau mencetak gol dari striker kerap kesulitan saat peluang sudah di depan mata untuk mencetak gol.
Kondisi itu sudah terlihat sejak pembentukan tim Pra PORA Aceh Besar yang berlanjut pada tim Piala Soeratin U-17. Nakata sempat menyatakan para pemain berhasil menguasai permainan saat melawan tim Soeratin U-17 Juang FC Bireuen, tetapi tumpulnya striker menjadi penyebab kegagalan melaju ke semifinal.
Tentunya, untuk pembentukan tim Liga 4, PSAB Aceh Besar akan terus membenahi berbagai sektor, khususnya striker yang akan menjadi ‘target man’ dalam menggedor area pertahanan lawan, sekaligus mencetak gol.
Tim pelatih dan manajemen yang nantinya memutuskan nama-nama pemain yang akan berlaga di kasta terendah liga Indonesia ini, masih memiliki waktu untuk berembug menentukan tim yang solid dan padu.
Apalagi, pemain yang akan dipilih sudah dinilai sebelumnya, baik dalam pelatihan maupun pertandingan non-resmi maupun resmi, sehingga tidak ada lagi kesalahan yang akan diambil, baik pemain junior maupun senior.
Seperti diketahui, dalam tim Liga 4 Aceh, pemain junior akan mendampingi 7 pemain senior yang tentunya akan disesuaikan dengan karakteristik masing-masing pemain, baik bek, winger atau sayap, gelandang maupun striker.
Dengan terpilihnya pemain terbaik, maka revans atau kegagalan musim 2024 di Stadion Mini USK Darussalam Banda Aceh dari Persidi Idi yang menjadi juara Liga 4 Aceh 2024 akan dapat ditargetkan. Kita tunggu saja pilihan pelatih dan manajemen. (Muh)











