News

PNA Gelar Kongres II Periode 2026-2031 di Banda Aceh

14
×

PNA Gelar Kongres II Periode 2026-2031 di Banda Aceh

Sebarkan artikel ini
Kaban Kesbangpol Aceh Dr Munawar MA, membuka Kongres II PNA, di Hotel Grand Nanggroe, Kota Banda Aceh, Sabtu (8/8/2026) malam. FOTO/ WAHYU DESMI

posaceh.com, Banda Aceh – Partai Nanggroe Aceh (PNA) menggelar Kongres II periode 2026-2031, guna melakukan evaluasi terhadap perjalanan organisasi, memperkuat konsolidasi serta menentukan arah dan langkah partai untuk periode lima tahun mendatang, di Hotel Grand Nanggroe, Kota Banda Aceh, Sabtu (8/8/2026) malam.

Kongres yang akan berlangsung selama dua hari tersebut dibuka oleh Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) melalui Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Aceh, Dr Munawar MA.

Pada kesempatan itu, Dr Munawar mengungkapkan, keberadaan partai politik sangat strategis dalam sistem demokrasi karena memiliki peran dalam memperkuat kehidupan demokrasi dan memperjuangkan kepentingan masyarakat.

“Dalam sistem demokrasi, keberadaan partai sangatlah strategis karena dapat memperkuat demokrasi. Oleh karena itu, harus mampu menjaga persatuan dengan mengedepankan kepentingan rakyat di atas kepentingan pribadi maupun kelompok,” ujar Munawar.

Menurutnya, partai politik juga memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan Aceh. Untuk itu, sinergi dan kolaborasi antarelemen harus terus dibangun sehingga berbagai program pembangunan dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Ketua Panitia Pelaksana, Tgk Nurdin Ramli menyampaikan sambutannya pada pembukaan Kongres II PNA, di Hotel Grand Nanggroe, Kota Banda Aceh, Sabtu (8/8/2026) malam. FOTO/ WAHYU DESMI

“Penting untuk membangun sinergi dan kolaborasi demi kemajuan Aceh serta demi kepentingan dan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Sebelumnya, Ketua Panitia Pelaksana Kongres II PNA, Tgk Nurdin Ramli menuturkan, kongres menjadi wadah bagi seluruh kader untuk melakukan evaluasi, memperkuat konsolidasi sekaligus menentukan arah perjuangan PNA ke depan.

“Kongres ini menjadi wadah untuk pelaksanaan evaluasi, memperkuat konsolidasi dan menentukan arah partai,” ungkap Nurdin.

Ia menyebutkan, dinamika perbedaan pilihan dalam menentukan kepemimpinan merupakan hal yang wajar dalam sebuah proses demokrasi. Namun, seluruh kader diharapkan dapat kembali bersatu setelah kongres selesai.

“Dalam kongres akan ada perbedaan pilihan untuk memilih kepemimpinan. Namun, usai kongres kita harus kembali menjadi satu kesatuan dengan menjunjung tinggi kebersamaan, kekeluargaan dan kekompakan,” paparnya.

Suasana Kongres II PNA, di Hotel Grand Nanggroe, Kota Banda Aceh, Sabtu (8/8/2026) malam. FOTO/ WAHYU DESMI

Nurdin menegaskan, PNA harus mampu memperkuat persatuan sekaligus merumuskan langkah-langkah baru agar partai semakin dekat dengan masyarakat.

“Kita harus menjadi partai yang mampu membaca perubahan tanpa kehilangan jati diri. Kita harus terbuka terhadap gagasan baru tanpa melupakan sejarah perjuangan,” imbuhnya.

Ia mengajak seluruh kader untuk mengutamakan kepentingan organisasi dan rakyat dibandingkan kepentingan pribadi maupun kelompok.

“Mari kita letakkan kepentingan partai di atas kepentingan pribadi, kepentingan rakyat di atas kepentingan kelompok, dan kepentingan bangsa di atas kepentingan politik sesaat,” tegas Nurdin.

Lebih lanjut, Tgk Nurdin Ramli berharap Kongres II PNA mampu menghasilkan keputusan dan kepemimpinan yang dapat membawa partai semakin solid serta mampu menghadapi berbagai tantangan politik ke depan.

“Selama kita bersatu, tidak ada tantangan yang tidak bisa kita lewati,” pungkasnya.(Why)