News

Pertemuan Ketiga FAMe-STAI Nusantara Bahas Jurus Jitu Jadi Blogger dan Konten Kreator

20
×

Pertemuan Ketiga FAMe-STAI Nusantara Bahas Jurus Jitu Jadi Blogger dan Konten Kreator

Sebarkan artikel ini
Suasana pertemuan ketiga FAMe-STAI Nusantara, di kampus STAI, Gampong Tibang, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh, Sabtu (2/5/2026). FOTO/ DOK MPA

posaceh.com, Banda Aceh — Pertemuan ketiga Forum Aceh Menulis (FAMe) Chapter Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Nusantara membahas jurus jitu menjadi blogger dan konten kreator yang disampaikan oleh Wakil Koordinator FAMe, Abu Teuming, di kampus STAI, Gampong Tibang, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh, Sabtu (2/5/2026).

Dalam pemaparannya, Abu Teuming menekankan pentingnya pemanfaatan platform digital seperti website dan media sosial sebagai sarana strategis untuk membangun personal branding, sekaligus meningkatkan kapasitas diri dan peluang karier.
“Semua platform digital seperti web dan Instagram bisa menjadi wadah strategis untuk personal branding, dengan target utama meningkatkan kapasitas diri dan jenjang karier,” ujarnya.

Ia menjelaskan, platform digital seharusnya diisi dengan konten positif yang bersifat edukatif serta informatif, termasuk menyampaikan isu-isu pembangunan. Khusus untuk blog atau website, menurutnya, media tersebut dapat dimanfaatkan untuk mempublikasikan karya tulis dalam berbagai genre sesuai minat dan keahlian penulis.

“Inti sebuah blog adalah menulis. Produktif menulis menjadi awal pengembangan platform blog. Jika keinginan memiliki blog pribadi tidak dibarengi dengan aktif menulis, maka blog bisa mati suri,” jelasnya.

Abu Teuming juga menyarankan agar pengelolaan blog dilakukan secara konsisten dengan fokus pada satu genre tertentu, sehingga penulis dapat lebih mendalami bidang yang ditekuni.

Selain itu, ia menegaskan bahwa kehadiran platform digital merupakan kemudahan yang harus dimanfaatkan oleh generasi muda, khususnya mahasiswa. Menurutnya, aktivitas menulis dan mengelola blog bukanlah pekerjaan sia-sia, melainkan investasi jangka panjang yang berpotensi mendatangkan manfaat tak terduga.
“Bisa jadi di balik ketekunan menulis di blog akan datang rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka,” katanya.

Ia juga mendorong peserta untuk mulai membuat blog pribadi tanpa harus terbebani masalah biaya, mengingat banyak platform gratis yang tersedia. Menurutnya, jika belum mampu menghasilkan tulisan berkualitas tinggi, setidaknya harus memiliki niat yang kuat untuk terus menulis dan berkembang.

“Orang yang menghidupkan blog, insyaallah blog itu akan menghidupkannya,” tutup Abu Teuming.(Rusydi)