Internasional

Perang Pecah, Pakistan dan India Saling Serang, Warga Kashmir Dievakuasi

524
×

Perang Pecah, Pakistan dan India Saling Serang, Warga Kashmir Dievakuasi

Sebarkan artikel ini
Salah satu lokasi serangan rudal India yang merusak bangunan pesantren di Ahmedpur Sharqia, sekitar 7 kilometer dari Bahawalpur, Provinsi Punjab, Pakistan, Rabu (7/5/2025) pagi. FOTO/AFP

posace.com, Islamabad – Perang pecah antara dua negara tetangga, Pakistan dan India yang saling membalas serangan dalam dua hari terakhir ini. Pakistan berhasil menembak jatuh lima jet tempur India seusai membombardir kawasan perbatasan Pakistan.

Tak pelak, Otoritas Kashmir di wilayah yang dikuasai India memerintahkan evakuasi warga yang berada di kawasan rentan menyusul ketegangan yang meningkat dengan Pakistan.

Baku tembak dan saling serang sempat terjadi di perbatasan dan Kashmir menyusul serangan rudal India ke beberapa wilayah di perbatasan Pakistan pada Rabu (7/5/2025) dini hari.

Letnan Gubernur Jammu dan Kashmir, Manoj Sinha, meminta penduduk di lokasi rawan konflik untuk segera pergi ke lokasi yang lebih aman. Dia berujar akomodasi, makanan, serta obat-obatan akan disediakan bagi warga yang dievakuasi, demikian keterangannya di X seperti dikutip CNN.

Perintah Sinha ini dikeluarkan beberapa jam setelah India meluncurkan serangan bertajuk “Operasi Sindoor” ke Pakistan. Serangan itu menewaskan sedikitnya delapan orang, termasuk anak-anak, dan melukai lebih dari 35 orang.

Sebagai balasan, Pakistan pun mengklaim menembak jatuh lima jet tempur India, salah satunya jet Rafale buatan Prancis. Seiring dengan ini, sebuah pesawat dikabarkan jatuh di wilayah Kashmir bagian India.

Ketegangan India-Pakistan ini terjadi menyusul tewasnya 26 turis di Kashmir pada April 2025 lalu, yang diklaim India dilakukan oleh militan dukungan Pakistan. Pakistan telah membantah terlibat dalam serangan itu.

India dan Pakistan telah saling tembak artileri berat di sepanjang perbatasan yang disengketakan pada Rabu (7/5/2025) setelah New Delhi melancarkan serangan rudal mematikan terhadap musuh bebuyutannya dalam kekerasan terburuk antara kedua negara tetangga yang memiliki senjata nuklir itu dalam dua dekade terakhir ini.(Muh/*)