Pemko Banda Aceh

Pemko Banda Aceh Lakukan Penguatan Sistem Pengawasan Koperasi untuk Tingkatkan Akuntabilitas

62
×

Pemko Banda Aceh Lakukan Penguatan Sistem Pengawasan Koperasi untuk Tingkatkan Akuntabilitas

Sebarkan artikel ini

posaceh.com, Banda Aceh — Pemerintah Kota Banda Aceh terus berkomitmen memperkuat sistem pengawasan koperasi guna menciptakan tata kelola yang lebih transparan, profesional, dan akuntabel. Langkah ini menjadi bagian penting dalam memastikan koperasi mampu berkembang sehat serta memberikan manfaat optimal bagi para anggotanya.

Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan (Diskopukmdag) Kota Banda Aceh, Bukhari Sufi, S.Sos., M.Si, Selasa (7/7/2026), mengatakan bahwa penguatan sistem pengawasan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari aspek administrasi, kelembagaan, hingga operasional koperasi di lapangan.

Menurutnya, pengawasan yang efektif merupakan kunci utama dalam mencegah terjadinya penyimpangan serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap koperasi. “Kami ingin memastikan bahwa setiap koperasi berjalan sesuai aturan yang berlaku, transparan dalam pengelolaan, dan mampu memberikan pelayanan terbaik bagi anggotanya,” ujar Bukhari.

Ia menjelaskan, penguatan sistem pengawasan ini tidak hanya dilakukan melalui pemeriksaan rutin, tetapi juga dengan peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi, serta pembinaan yang berkelanjutan. Diskopukmdag juga mendorong koperasi untuk lebih disiplin dalam pelaporan keuangan dan administrasi.

Selain itu, pihaknya terus melakukan evaluasi terhadap kinerja koperasi secara berkala. Evaluasi ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi permasalahan sejak dini serta memberikan solusi yang tepat agar koperasi tetap berjalan secara sehat dan berkelanjutan.

Bukhari menambahkan, Pemko Banda Aceh juga membuka ruang komunikasi yang lebih luas antara pemerintah dan pengelola koperasi. Hal ini diharapkan dapat mempercepat penyelesaian berbagai kendala yang dihadapi di lapangan sekaligus meningkatkan kualitas pembinaan.

“Pengawasan bukan semata-mata mencari kesalahan, tetapi lebih kepada upaya pembinaan agar koperasi semakin kuat, mandiri, dan mampu bersaing,” tambahnya.

Dengan penguatan sistem pengawasan ini, Pemko Banda Aceh optimistis koperasi di daerah tersebut dapat tumbuh lebih profesional dan berkontribusi signifikan dalam mendorong perekonomian lokal. Ke depan, koperasi diharapkan tidak hanya menjadi wadah ekonomi anggota, tetapi juga menjadi pilar penting dalam pembangunan ekonomi daerah yang berkelanjutan.(ADV)