Pemkab Aceh Besar

Pemkab Aceh Besar Terima 82 Mahasiswa KPM UIN Ar-Raniry, Tersebar Sembilan Gampong di Montasik

26
×

Pemkab Aceh Besar Terima 82 Mahasiswa KPM UIN Ar-Raniry, Tersebar Sembilan Gampong di Montasik

Sebarkan artikel ini
Staf Ahli Bupati Bidang Perekonomian dan Pembangunan Ir. Makmun, MT, memberikan sambutan pada penyerahan mahasiswa KPM Reguler UIN Ar-Raniry Banda Aceh Semester Genap 2025/2026 kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Besar di Kantor Camat Montasik, Rabu (06/05/2026). FOTO/ MUHAMMAD 

posaceh.com, Kota Jantho – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Besar secara resmi menerima penyerahan mahasiswa Kuliah Pengabdian Kepada Masyarakat (KPM) Reguler UIN Ar-Raniry Banda Aceh Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026.

Kegiatan serah terima berlangsung di Kantor Camat Montasik, Rabu (06/05/2026), dihadiri Staf Ahli Bupati Bidang Perekonomian dan Pembangunan Ir. Makmun, MT, unsur Forkopimcam, serta pihak kampus.

Mewakili Bupati Aceh Besar, Ir Makmun MT menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran bupati sekaligus menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan program tersebut.

“Kami menyampaikan salam dan permohonan maaf dari Bupati Aceh Besar yang tidak dapat hadir karena agenda yang telah terjadwal. Atas nama pemerintah daerah, kami mengucapkan selamat datang kepada seluruh mahasiswa di daerah yang kita cintai ini,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa kehadiran mahasiswa diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

“Melalui program KPM ini, mahasiswa tidak hanya belajar di ruang kuliah, tetapi juga turun langsung ke tengah masyarakat untuk mengimplementasikan ilmu, sekaligus menyerap aspirasi dan memahami kondisi riil di lapangan,” katanya.

Makmun menyebutkan, Pemerintah Aceh Besar siap mendukung seluruh kegiatan mahasiswa selama pelaksanaan KPM berlangsung.

“Kami berharap mahasiswa mampu berkolaborasi dengan masyarakat, mengidentifikasi permasalahan desa, serta memberikan solusi sesuai bidang keilmuan, dengan tetap menghormati kearifan lokal,” tegasnya.

Sementara itu, Camat Montasik, Safrizal, SE, memaparkan gambaran umum wilayah sebagai bekal awal bagi mahasiswa dalam menjalankan pengabdian.

“Kecamatan Montasik terdiri dari 39 desa dengan kondisi wilayah yang beragam, mulai dari persawahan, perbukitan hingga wilayah perbatasan,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa mahasiswa akan ditempatkan di berbagai desa dengan karakteristik geografis yang berbeda.

Penyerahan mahasiswa KPM Reguler UIN Ar-Raniry Banda Aceh Semester Genap 2025/2026 kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Besar di Kantor Camat Montasik, Rabu (6/5/2026). FOTO/ MUHAMMAD

“Sebanyak 82 mahasiswa akan disebar di 9 desa, sehingga mereka perlu beradaptasi dengan kondisi lingkungan masing-masing,” sebutnya.

Safrizal juga menekankan pentingnya komunikasi dan penghormatan terhadap budaya lokal.

“Kami berharap adik-adik dapat menyesuaikan diri dengan adat istiadat, menjalin silaturahmi, serta berkoordinasi dengan aparatur desa, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas jika menghadapi kendala,” tambahnya.

Sementara itu, perwakilan Rektor UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Dr. Muqni Affan, Lc, MA, menegaskan bahwa KPM merupakan bagian penting dari proses pendidikan mahasiswa.

“Program ini adalah bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, di mana mahasiswa tidak hanya mengabdi, tetapi juga belajar beradaptasi dan memahami realitas sosial masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menekankan nilai kebermanfaatan sebagai tujuan utama kegiatan tersebut.

“Kami berharap kehadiran mahasiswa dapat memberikan kontribusi nyata, solusi, serta manfaat bagi masyarakat di Kecamatan Montasik,” katanya

Mahasiswa yang diterjunkan berasal dari berbagai disiplin ilmu, mulai dari syariah, ushuluddin, psikologi, hingga sains dan teknologi, yang diharapkan mampu mendukung program keagamaan, pendidikan, dan sosial kemasyarakatan.

“Sebanyak 82 mahasiswa dari berbagai fakultas akan ditempatkan di 9 desa dengan sebaran sekitar 9 hingga 10 orang per desa,” imbuhnya.

Terakhir, Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan perguruan tinggi, program KPM ini diharapkan tidak hanya menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa. tetapi juga memberikan dampak nyata dalam pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Aceh Besar.

“Sinergi antara kampus, pemerintah, dan masyarakat adalah kunci. Dari kolaborasi inilah kita berharap lahir kontribusi nyata untuk kemajuan Aceh Besar,” pungkasnya.(Zul)